Berita Trenggalek

Ketua TP PKK Trenggalek Novita Hardini Berbagi Kisah Peningkatan Kapasitas Perempuan ke PKK se-Jatim

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek Novita Hardini berbagi cerita soal program dan kolaborasi PKK bersama Pemkab Trenggalek kepada kader PKK

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Ndaru Wijayanto
istimewa
Novita Hardini saat menjadi pembicara di hadapan kader PKK se-Jatim. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim, Aflahul Abidin

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek Novita Hardini berbagi cerita soal program dan kolaborasi PKK bersama Pemkab Trenggalek kepada kader PKK se-Jawa Timur.

Kisah dan cerita yang dibagikan, yakni tentang peningkatan peran perempuan dan kelompok rentan untuk bisa berdaya.

Peran perempuan dan kelompok rentan dipilih karena dianggap punya potensi untuk meneruskan visi-misi pemkab untuk menyiapkan generasi anak yang berkualitas.

Peningkatan peran itu bisa berjalan atas kolaborasi berbagai pihak, termasuk PKK, masyarakat, dan pemkab.

"Sehingga Trenggalek menjadi daerah terbaik penanganan stunting nasional 3 tahun berturut-turut dan 1 kali di Jatim. Ini dikarenakan berhasil menekan stunting dari 30 persen turun menjadi 18 persen," terang Novita, dalam siaran tertulis yang dikirim Minggu (31/7/2022).

Paparan Novita dihadapan kader PKK se-Jatim itu berlangsung dalam kegiatan Rembug Kolaborasi yang digelar di Gedung Bappeda Provinsi Jatim, Kamis (28/7/2022) lalu.

Baca juga: Promosikan Batik Canting Khas Trenggalek, Novita Hardini Ajak Pembatik Blusukan di Pasar Tanah Abang

Novita menjelaskan, ada beberapa program yang digagas PKK Trenggalek bersama pemkab untuk meningkatkan peran perempuan.

Pertama, program sekolah perempuan, anak, disabilitas, dan kelompok rentan lainnya yang biasa disebut Sepeda Keren.

Program peningkatan kapasitas kelompok tertentu itu pernah menyabet inovasi terbaik dalam kompetisi inovasi publik Jatim.

Program lainnya, yakni penumbuhan wirausaha perempuan baru di Kabupaten Trenggalek.

Lewat program itu, PKK dan pemkab mendorong para perempuan untuk mendiri secara ekonomi.

Mereka dilatih untuk berwirausaha agar mampu menyediakan produk yang bisa dipasarkan dan punya nilai ekonomi.

"Pada kegiatan itu, kami membagikan pengalaman yang kita lakukan di Trenggalek dan mendapatkan aprediasi dari beberapa kabupaten di Jawa Timur. Syukur-syukur bisa menjadi inspirasi dan bisa diaplikasikan juga oleh masing-masing kabupaten," kata Novita.

Novita mengaku bersyukur Kabupaten Trenggalek dapat mencapain-capaian yang dianggap positif dalam beberapa tahun terakhir.

Lewat program-program yang ada, pihaknya mengklaim banyak hasil yang didapat.

Selain penurunan angka stunting, juga peningkatan investasi di bidang UMKM.

"Capain seperti ini tidak akan bisa diraih tanpa ada kerjasama yang terbangun dengan sangat baik dari berbagai pihak.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved