Berita Probolinggo

Tak Kapok Masuk Penjara, Pria Pengedar di Probolinggo Ulangi Perbuatan, 3.304 Pil Dextro Diamankan

Pelaku residivis kasus peredaran gelap obat keras berbahaya (okerbaya), Popong Sulaiman (36), warga Desa Alas Sumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupat

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Ndaru Wijayanto
ISTIMEWA
Polisi meringkus residivis pria pengedar pil Dextro, Popong Sulaiman (36), warga Desa Alas Sumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Danendra Kusuma

TRIBUNJATIM.COM, PROBOLINGGO - Pelaku residivis kasus peredaran gelap obat keras berbahaya (okerbaya), Popong Sulaiman (36), warga Desa Alas Sumur Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, diringkus polisi. 

Ia diamankan Satreskoba Polres Probolinggo di rumahnya. 

Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan penangkapan dilakukan karena tersangka terlibat dalam peredaran gelap pil okerbaya. 

Pereadaran okerbaya dilancarkan tersangka di pinggir Jalan depan Rumah Sakit Kelurahan Kandangjati Kulon, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, pada Juni 2021.

"Tersangka ini sebelumnya telah menjalani hukuman atas kasus kepemilikan Narkotika Golongan 1 jenis sabu dari Rutan Kelas II A Kraksaan. Saat ini, tersangka diamankan kembali untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya," katanya, Kamis (11/10/2022). 

Baca juga: Tak Kapok-kapok, Begal Kambuhan di Probolinggo Beraksi Lagi, Terlibat Pencurian Motor di 11 Lokasi

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti sebanyak 3.304 butir pil jenis Dextrometrophan, 160 butir pil jenis Trihexyphenidyl, dan uang tunai hasil penjualan Rp 600.000.

Pelaku sudah membagi pil koplo itu dalam beberapa poket. 

"Akibat ulahnya, tersangka terancam pasal 197 sub pasal 196  UU RI No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun penjara," sebutnya. 

Arsya mengimbau kepada masyarakat agar menjauhi narkoba karena dapat merusak generasi bangsa. 

"Kami mengimbau agar para pemuda jangan sekali-kali menyentuh atau menggunakan barang haram tersebut. Sebab, dapat merusak otak dan mental generasi bangsa," pungkasnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved