Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Trenggalek

Digandeng Perusahaan Produk Herbal, Produktivitas Petani Jahe Merah Trenggalek Naik 2-3 Kali Lipat

Produktivitas petani jahe merah di Trenggalek meningkat 2-3 kali lipat setelah digandeng perusahaan produk herbal.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Aflahul Abidin
Jahe merah dari para petani di Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek, Kamis (11/8/2022). Produktivitas petani jahe merah di Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek, berhasil naik signifikan. 

Harga jahe merah pernah menyentuh Rp 120 ribu per kg, ketika awal pandemi Covid-19 di Tanah Air, yakni pada 2020.

Meroketnya harga jahe merah seiring dengan tingginya permintaan pasar.

Namun lambat laun, harga empon-empon tersebut kembali turun. Sebuah fluktuasi harga yang juga terjadi pada masker dan hand sanitizer.

Hari menjelaskan, hasil panen para petani jahe merah diserap oleh Bumdesma.

Bumdesma kemudian mengolahnya menjadi jahe merah kering dalam bentuk simplisia yang kemudian dijual ke PT Bintang Toedjoe.

Untuk bisa diserap, kata Hari, jahe merah hasil panen petani harus memenuhi standar tertentu yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

Maka dari itu, ia selalu mendorong para petani jahe merah untuk menjaga hasil tanamannya.

Head of Commmersialization BINA PT Bintang Toedjoe, Lidya Warjaya, mengatakan, pihaknya menggandeng badan riset hingga beberapa kampus ternama untuk menghasilkan benih jahe merah yang terstandardisasi.

Juga untuk menyiapkan SOP penanganan tanaman jahe merah agar mampu menghasilkan produk berkualitas.

Meskipun, dalam praktiknya, proses keberhasilan atau kegagalan panen jahe merah ditentukan erat oleh faktor alam dan ketelatenan para petani.

Lidya Warjaya mengatakan, pihaknya tak hanya bermitra dengan para petani di Kabupaten Trenggalek. Tapi juga petani di daerah lain yang memiliki wilayah di ketinggian antara 300-900 mdpl.

Wilayah ketinggian menjadi syarat utama, sebab tanaman jahe merah hingga kini baru bisa ditanam di daerah dengan ketinggian tersebut. Ditambah kondisi tanah yang berpasir.

"Kebutuhan jahe merah untuk per bulan di tempat kami sekitar 10 ton, dalam bentuk simplisia," kata dia.

Jahe merah itu, oleh perusahaan, diolah menjadi beberapa produk herbal. Seperti Bejo Herbal, Bejo Wedang Susu Jahe Merah.

"Juga untuk beberapa produk yang kami ekspor," sambung dia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved