Berita Malang

Curhat Sopir Angkot di Kota Malang, Harga BBM Naik Tapi Tarif Penumpang Masih Normal

Sejumlah sopir angkutan kota (angkot) atau mikrolet di Kota Malang menginginkan adanya penyesuaian tarif pasca kenaikan harga BBM bersubsidi pada 3 Se

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/PURWANTO
Hariadi (62) salah satu sopir angkutan umum (Angkot) trayek ADL (Arjosari Dinoyo Landungsari) menunggu penumpang sambil menyantap nasi bungkus di depan Stasiun Kota Baru Malang, Jawa Timur, Minggu (4/9/2022). Menyusul harga BBM naik, para sopir angkot di Kota Malang harap adanya kenaikan tarif 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifki Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Sejumlah sopir angkutan kota (angkot) atau mikrolet di Kota Malang menginginkan adanya penyesuaian tarif pasca kenaikan harga BBM bersubsidi pada 3 September 2022 kemarin.

Mereka berharap kepada Pemerintah agar dapat memperhatikan nasib para sopir dengan adanya kenaikan harga BBM ini.

Sebab, tarif resmi angkot di Kota Malang saat ini masih normal yaitu Rp 3.500 untuk umum dan Rp 2.500 untuk pelajar.

Sekretaris Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Malang, Purwono Tjokro Darsono menyampaikan, bahwa sejak adanya perubahan harga BBM, tarif angkot di Kota Malang belum pernah mengalami kenaikan.

Untuk itu, perlu adanya penyesuaian tarif angkot pasca harga Pertalite naik menjadi Rp 10.000 dari sebelumnya Rp 7.650 per liternya.

"Sejak ada perubahan harga BBM belum ada penyesuaian tarif. Harusnya pemerintah daerah ini pro aktif, segera lakukan langkah terkait penyesuaian tarif," ucapnya.

Baca juga: Harga BBM Melonjak, Dishub Kota Malang Sebut Tarif Angkot Belum Naik

Dia pun berharap, Pemerintah Kota Malang, dalam hal ini Dinas Perhubungan Kota Malang untuk membentuk sebuah forum yang membahas penyesuaian tarif angkutan umum ini.

Termasuk dalam menjembatani para sopir terkait kebijakan pendaftaran kendaraan melalui aplikasi MyPertamina.

Sebab, masih banyak para sopir angkot yang tidak mengetahui kebijakan tersebut.

“Kondisi di lapangan banyak sopir angkutan yang tidak semua sopir paham, tidak semua punya gawai. Pemerintah harusnya paham situasi itu, kan pemerintah punya data plat kuning," tandasnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved