Berita Kabupaten Malang

Siasat Licik Pria di Malang Cabuli Dua Remaja, Iming-iming Pekerjaan hingga Paksa Mabuk

Siasat licik pria di Malang mencabuli dua remaja, iming-iming pekerjaan di kafe hingga paksa minum minuman keras (miras).

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Erwin Wicaksono
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Donny Kristian Baralangi ketika gelar rilis kasus pencabulan, di Polres Malang pada Senin (24/10/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - DK (18) alias Fano dilaporkan dua remaja, EW (16) dan RTW (16) atas kasus dugaan pencabulan.

Saat beraksi, Fano melancarkan siasat liciknya.

Pada EW (16), Fano mengaku akan membantu korban mendapatkan pekerjaan di sebuah kafe.

Pria asal Kelurahan Dampit, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, ini lalu melancarkan aksinya dalam keadaan mabuk.

"Kafe itu bualan pelaku saja. Jadi yang ada korban dibawa ke rumah pelaku (Fano) dan dilakukan persetubuhan berkali-kali," ujar Kasatreskrim Polres Malang, AKP Donny Kristian Baralangi ketika gelar rilis di Polres Malang pada Senin (24/10/2022).

Siasat licik pelaku tak berhenti di situ saja.

Saat nongkrong di area Stadion Kanjuruhan Malang, korban lain berinisial RTW (16) warga Kepanjen, Malang, dipaksa untuk minum minuman keras (miras) hingga mabuk.

Baca juga: Dituntut 16 Tahun Bui di Kasus Pencabulan, Mas Bechi Peluk Sang Istri Sebelum Masuk ke Mobil Tahanan

Memanfaatkan korban yang terpengaruh alkohol, pelaku lalu membawa RTW ke rumah.

"Saat itulah pelaku melakukan tindakan pencabulan dan persetubuhan lagi sebanyak dua kali," ungkap AKP Donny Kristian Baralangi.

Kasus ini terungkap saat korban EW melaporkan Fano ke polisi pada 24 September 2022. Disusul RTW pada 13 Oktober 2022 lalu.

"Pada laporan pertama, tersangka terbukti melakukan pencabulan. Alhasil sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan ditahan dengan pasal pencabulan," tutur AKP Donny Kristian Baralangi .

Baca juga: Geger Dugaan Pencabulan Bocah 11 Tahun di Sumenep, Kades Jambu Sebut Pelaku Bukan Warganya

Guru Cabuli 3 Bocah

Sebelumnya, dari Kabupaten Mojokerto dilaporkan, RD (33) guru ngaji di Kecamatan Sooko, Mojokerto, yang menjadi tersangka kasus pelecehan seksual anak di bawah umur mengaku pernah menjadi korban pelecehan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved