Arti Kata
Arti Kata Catcalling yang Kerap Bikin Resah Anak Muda, Ketahui Dampak Buruk hingga Sejarah Munculnya
Ternyata catcalling adalah siulan, panggilan dan komentar yang bersifat seksual dari seorang pria pada perempuan yang lewat di hadapannya.
TRIBUNJATIM.COM - "Hey, cantik", "Wih, sendirian aja nih", "Suitt suittt...".
Celetukan-celetukan iseng seperti itu kerap dijumpai di tengah masyarakat.
Fenomena ini dikenal dengan istilah catcalling.
Saking banyaknya, catcalling seolah telah menjadi kebiasaan.
Menurut Oxford Dictionary, catcalling merupakan siulan, panggilan dan komentar yang bersifat seksual dari seorang pria pada perempuan yang lewat di hadapannya.
Biasanya pelaku catcalling atau catcaller dijumpai di jalan atau ruang publik.
Catcaller biasanya menunjukkan gestur menggoda demi menarik perhatian korban.
Catcalling sendiri tergolong sebagai pelecehan seksual berbentuk verbal atau street harrastment.
Catcaller seakan tak sadar bahwa pujian atau sapaan bernuansa seksual merupakan salah satu bentuk pelecehan. Sebagian besar korban pun merasa dilecehkan dan tak nyaman dengan kehadiran catcaller.
Hal itu dibenarkan oleh Komisioner Komnas Perempuan, Rainy Hutabarat.
"Terdapat nuansa seksual dalam ucapan, komentar, siulan, atau pujian, kadang-kadang disertai kedipan mata. Korban merasa dilecehkan, tak nyaman, terganggu, bahkan terteror," kata Rainy Hutabarat.
1. Sejarah Munculnya Istilah Catcalling
Istilah catcalling sudah ada sejak 200 SM lalu.
Saat itu, catcalling masih diartikan sebagai "wolf whistle" atau peluit serigala.
Istilah itu digunakan untuk menggambarkan nafsu seorang laki-laki pada perempuan.