Arti Kata
Arti Kata Catcalling yang Kerap Bikin Resah Anak Muda, Ketahui Dampak Buruk hingga Sejarah Munculnya
Ternyata catcalling adalah siulan, panggilan dan komentar yang bersifat seksual dari seorang pria pada perempuan yang lewat di hadapannya.
Istilah catcaller kemudian muncul sekitar tahun 1700-an.
Istilah ini dipakai untuk para penonton teater yang sengaja bersiul demi menunjukkan ketidaksenangan mereka pada aktor atau cerita yang disuguhkan di atas panggung.
Sementara itu, penulis terkenal dengan latar pendidikan psikologi dan sosiologi, Sparklle Rainne menyebut istilah catcalling kian dikenal berkat kartunis bernama Tex Avery.
Pada tahun 1937, Avery menciptakan karakter kartun serigala populer "Little Red Walking Hood" yang dikisahkan senang bersiul.
Dalam kartun Avery tersebut, sang serigala akan bersiul guna mendapatkan perhatian dari perempuan yang ditaksir.
Karena itu, catcalling dianggap menjadi istilah yang pas untuk menyebut para pelaku street harrastment.
2. Faktor Penyebab Munculnya Catcalling
Sebagian orang menilai bahwa perilaku catcalling muncul karena penampilan calon korban yang tampak seksi dan menggoda.
Namun, Komisioner Komnas Perempuan Rainy Hutabarat dengan tegas membantahnya.
Rainy mengatakan faktor utama terjadinya catcalling karena kultur pelaku pelecehan.
Pasalnya, banyak juga perempuan berpakaian tertutup yang masih menjadi korban catcalling.
Menurut Rainy, fenomena catcalling tidak bisa dibenarkan atau dibiarkan. Catcalling bukanlah bentuk pujian atau candaan melainkan pelecehan yang meresahkan korban.
"Tubuh perempuan dipandang sebagai tubuh seksual yang membuat laki-laki tergoda. Jadi (yang disalahkan) bukan pelaku yang mengenakan lensa patriarkis dalam memandang perempuan. Segala bentuk pelecehan seksual tak boleh dibiarkan, apalagi atas nama perbuatan iseng, bila kita ingin membangun masyarakat tanpa kekerasan," kata Rainy.
3. Catcalling Di Mata Hukum
Jika dulu dianggap wajar, kini catcaller dapat terancam hukuman pidana.