Berita Viral

5 Fakta Kematian Prada Indra yang Dinilai 'Janggal' : Mirip Kasus Brigadir Yosua dan Motif Pembinaan

Berikut ini 5 fakta kasus kematian Prada Indra yang dinilai janggal. Mulai dari dianggap mirip dengan kasus Brigadir J hingga motif pembinaan disiplin

KOMPAS.COM/ELLYVON PRANITA
Kematian Prada Indra pada Jumat (18/11) di Biak, Papua, awalnya disebut karena “henti jantung akibat dehidrasi setelah bermain futsal”. Namun kemudian dinyatakan ada dugaan penganiayaan setelah pihak keluarga menemukan sejumlah kejanggalan ketika melihat jasadnya. 

TRIBUNJATIM.COM - Penyebab meninggalnya Prada Muhammad Indra Wijaya atau Prada Indra, Prajurit TNI AU di Komando Operasi Udara (Makoopsud) III Biak penuh banyak kejanggalan.

Pasalnya kematian Prada Indra awalnya disebut ditemukan pingsan karena dehidrasi berat setelah berolahraga di mess tempat tinggalnya.

Keluarga lantas mencoba penjelasan dari dokter terkait penyebab meninggalnya Prada Indra.

Ia meninggal setelah sempat dirawat di RS Pangkalan Angkatan Udara (Lanud) Manuhua Biak, pada Sabtu (19/11/2022).

Prada Indra merupakan prajurit TNI Angkatan Udara yang bertugas di Sekretariat Markas Komando Operasi Udara III atau Makoopsud III Biak, Papua.
Meninggalnya Prada Indra dianggap janggal oleh keluarga karena ditemukan sejumlah luka lebam dan sayatan di tubuh jenazah.

Pihak keluarga mengaku diberitahu jika Prada Indra meninggal karena dehidrasi berat seusai berolahraga.

Berikut ini 5 fakta kasus kematian Prada Indra yang dinilai janggal sebagaimana dihimpun TribunJatim.com dari Tribunnews.com, Kamis (24/11/2022).

TNI AU tetapkan 4 tersangka

Empat prajurit TNI AU telah resmi menjadi tersangka dan diduga melakukan penganiayaan kepada Prada Indra hingga tewas.

Mereka adalah Prada SL, Prada MS, Pratu DD, dan Pratu BG yang merupakan senior dari korban sendiri.

Penetapan tersangka ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau), Marsma Indan Gilang Buldansyah.

"Iya, sudah tersangka," ujarnya pada Rabu (23/11/2022), dikutip dari Kompas.com.

Untuk mempermudah proses penyidikan, empat tersangka saat ini telah ditahan sementara hingga 20 hari ke depan.

Menurutnya, jika terbukti ada kasus penganiayaan para tersangka dapat diberi sanksi tegas.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved