Berita Surabaya

Jarang Masuk Kerja, Sekalinya Datang Malah Curi Alat Perkakas, Nasib Pria Surabaya Ini Berujung Pilu

Pemuda asal Semampir, Surabaya itu, nekat mencuri perkakas peralatan bangunan seharga jutaan, milik juragan atau mandor yang mempekerjakannya merenova

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM/istimewa
Salah satu barang bukti alat perkakas ang dicuri pria di Surabaya 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - ''Diberi hati, tapi minta jantung', peribahasa itu sepertinya tepat menggambarkan kelakuan tukang kuli bangunan, bernama Choirul Umam (27). 

Pemuda asal Semampir, Surabaya itu, nekat mencuri perkakas peralatan bangunan seharga jutaan, milik juragan atau mandor yang mempekerjakannya merenovasi rumah toko (Ruko). 

Aksinya itu, dilakukan saat proses renovasi bangunan ruko di Jalan Raya Darmo Permai Selatan No.18A, Dukuh Pakis, Surabaya, baru berjalan empat hari. 

Yang bikin geram, empat hari sebelum mencuri perkakas alat bangunan pada Selasa (13/12/2022). Tersangka sudah jarang masuk untuk bekerja. 

Modusnya, tersangka memanfaatkan situasi ruko yang sepi karena para pekerja bangunan yang lain sedang beristirahat, sekitar pukul 13.00 WIB. 

Tersangka lantas mewadahi beberapa perkakas alat bangunan yang harganya bila ditotal menyentuh angka nominal lumayan.

Baca juga: Kepepet Utang, Tiga Pria Gresik Nekat Curi Barang di Bekas Tempat Kerja, Sudah 3 Kali Beraksi

Baca juga: Kepergok Curi Sebotol Parfum dan Deodoran, Pemuda di Surabaya Kabur Tinggalkan Motor

Yakni sebuah mesin las merek Izumi, sebuah mesin gerinda merk hikoki, sebuah kabel super lex dengan berukuran empat meter, empat set engsel merek Dekson, dan dua kilogram kawat las. 

"Setelah dia kerja empat hari dia tidak masuk kerja. Jam 13.00 WIB datang karena dilihat sepi, dia langsung ambil barang barang tersebut," ujar Kanit Reskrim Polsek Dukuh Pakis Polrestabes Surabaya Iptu Aman Hasta saat dihubungi TribunJatim.com, Minggu (8/1/2023). 

Setelah Tim Antibandit Polsek Dukuh Pakis Polrestabes Surabaya melakukan pengintaian tersangka yang telah dilakukan profiling melalui penyelidikan dan pemeriksaan sejumlah saksi. 

Akhirnya tersangka dapat dibekuk saat sedang menjual barang hasil curian tersebut saat melakukan penjualan secara cash on delivery (COD) di kawasan Jalan Raya Diponegoro, Darmo, Wonokromo, Surabaya. 

Setelah dimintai keterangan. Selama ini, beberapa barang hasil curian tersebut, sudah dijual di pasar loak kawasan Dupak, dengan kisaran harga Rp500 ribu hingga jutaan. 

"Ada yang dijual lewat online di Facebook, tapi proses penjualannya secara COD. Uang hasil penjualan barang itu, buat kebutuhan sehari-hari," pungkasnya

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved