Perampokan Rumah Dinas Wali Kota Blitar
Berawal dari Tahanan Lapas Sleman, Komplotan Perampok Rumah Dinas Wali Kota Blitar Terbentuk
Sepak terjang komplotan perampok Mujiadi cs yang berhasil menggasak uang Rp730 juta dan perhiasan, milik Wali Kota Blitar Santoso dari dalam rumah din
Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Ndaru Wijayanto
7) Sekitar pukul 03.00 WIB, para tersangka tiba di Rumah Dinas Wali Kota Blitar. Mobil berhenti di depan pintu gerbang. Tersangka Mujiadi turun ke pintu gerbang untuk mengecek kondisi pagar. Apakah dalam keadaan terkunci atau tidak.
Setelah dipastikan pagar tidak terkunci. Mujiadi membuka pagar selebar satu meter atau cukup untuk celah masuk tubuh orang dewasa.
Kemudian, Mujiadi masuk diikuti oleh Asmuri, Ali Jayadi, dan Medi Afrianto. Sedangkan, Oki Supriadi berada di dalam mobil karena bertindak sebagai sopir mobil sarana aksi.
8) Selanjutnya Mujiadi, Asmuri, Ali Jayadi, dan Medi Afrianto berjalan menuju ke pos pengamanan dan melihat ada tiba orang penjaga yang sedang tidur. Lalu, para tersangka membangunkan ketiga orang penjaga tersebut secara bersama-sama.
Agar para penjaga tidak melawan, Mujiadi menodongkan pistol jenis Revolver ke salah satu penjaga.
Cara serupa juga dilakukan Medi Afrianto menggunakan pistol ke salah satu penjaga. Sedangkan, seorang penjaga sisanya dikawal olen Ali Jayadi.
Kemudian kedua orang penjaga itu, diborgol pada kedua tangannya, dan kakinya diikat menggunakan tali, serta mata dan mulut ditutup menggunakan lakban hitam.
Sedangkan salah satu penjaga lainnya ditali kaki dan tangannya serta ditutup mata dan mulutnya menggunakan lakban hitam.
Setelah itu tersangka Ali Jayadi pergi ke pintu gerbang untuk membuka pintu gerbang agar
mobil sarana aksi mereka, dapat diparkir masuk ke dalam parkiran rumah dinas, lalu ditutup kembali.
Pistol tersebut, menurut Totok, ternyata diperoleh dari dua orang tersangka yang masih dalam pengejaran yakni tersangka Medi dan Oki.
"Diperoleh dari seseorang yang masih kami buru. Dibeli Rp30 juta. Terhadap 3 senpi. Saat kami melakukan penggeledahan di kos-kosan. Dan barang bukti itu kami dapatkan," jelasnya.
9) Menyadari rumah dinas tersebut begitu luas, tersangka Mujiadi meminta tersangka Medi untuk membuka ikatan tali dan kaki salah satu penjaga serta membuka mata yang ditutup lakban.
10) Lalu tersangka Mujiadi meminta salah satu penjaga yang tersandera tersebut untuk menunjukkan kamar dari Bapak Wali Kota Blitar, sekaligus menanyakan jumlah orang di dalam.
Lalu saat akan menjawab dengan cara lakban pada mulut si penjaga yang tersandera itu dilepas. Ternyata, di dalam kamar tersebut, hanya ada Wali Kota Santoso dan istrinya.
Puas dengan informasi jawaban tersebut. Mujiadi menutup kembali mulut si penjaga yang tersandera itu, menggunakan lakban.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jatim/foto/bank/originals/Tiga-dari-lima-orang-pelaku-perampokan-perampok-Rumah-Dinas-Wali-Kota-Blitar.jpg)