Breaking News:

Berita Situbondo

Modus Pria Situbondo Pura-pura Beli Tabung LPG, Dipergoki si Pemilik Toko, Endingnya Dihajar Massa

Pria bernama Pardi, dihakimi massa lantaran sering kali menggelapkan tabung gas LPG milik sejumlah toko.

Penulis: Izi Hartono | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM/IZI HARTONO
Pelaku saat digelandang ke Mapolres Situbondo. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Izi Hartono

TRIBUNJATIM.COM, SITUBONDO - Pria pengangguran asal Desa Ketowan, Kecamatan Arjasa, babak belur dihajar massa

Pria bernama Pardi, dihajar massa lantaran sering kali menggelapkan tabung gas LPG milik sejumlah toko yang ada di wilayah Kecamatan Jangkar dan Kecamatan Asembagus.

Dengan modus berpura pura membeli tabung gas LPG itu, warga berusia 46 tahun ini telah berhasil menipu sebanyak 25 pemilik toko di dua kecamatan tersebut.

Baca juga: Tragedi Ngecas HP Berujung Disambar Petir, Pria di Situbondo Pingsan, saat Sadar Tak Ingat Dirinya

Sisanya aksi terbongkar setelah salah seorang pemilik toko mengenali dan meneriaki pelaku maling.

Akhirnya puluhan warga beramai ramai menangkap dan memukuli pelaku penggelapan tabung gas LPG yang meresahkan pemilik toko hingga babak belur.

Selanjutnya, pelaku yang tidak berdaya diamankan warga ke kantor desa Jangkar dan  selanjutnya diamankan ke Mapolres Situbondo guna diproses hukum.

Baca juga: Pohon Kelapa Tumbang Timpa Rumah, Nenek di Situbondo Bergegas Lari Usai Dengar Suara

Kapolsek Jangkar, Iptu Budhiarto membenarkan penangkapan pelaku penggelapan tabung gas milik sejumlah toko yang ada di Kecamatan Jangkar.

"Iya pelaku ditangkap massa dan sekarang diamankan di Mapolres," ujar Iptu Budhiarto, Rabu (18/1/2023).

Tertangkapnya pelaku, kata mantan Kanit identifikasi Polres Situbondo ini menerangkan, setelah salah seorang pemilik toko mengenali pelaku yang wajahnya terekam kamera CCTV saat membeli dan tidak mengembalikan tabung gas LPGnya tersebut.

Baca juga: Nasib Pilu Bocah SD di Situbondo, Dicabuli Nelayan di Kebun Pisang, Pelaku Iming-imingi Beli Es

"Waktu pelaku berputar putar, pemilik toko melihat dan berteriak maling. Sehingga warga beramai ramai menangkapnya," jelasnya.

Menurutnya berdasarkan pengakuan pelaku aksinya sudah berlangsung dua bulan terakhir ini di 15 TKP di Kecamatan Jangkar dan 10 TKP di Kecamatan Asembagus.

"Setiap melancarkan aksinya pelaku ini tetap membayar tabung gas LPG yang dibeli dan selalu tidak membawa tabung gas pengganti. Setelah berhasil pelaku tidak kembali," ungkapnya.

Dari hasil penggelapan yang dilakukan, tabung gas langsung dijual kepada pedagang rongsokan seharga Rp 100 ribu per tabung.

"Ya pengakuan yang itu digunakan untuk biaya hidup keluarganya," kata Iptu Budhiarto.

Kapolsek Jangkar mengaku kesulitan, karena para korban tidak ada yang melapor ke pihak polisi.

"Untuk pelaku kita jerat dengan pasal 372 dan 378 KHUP tentang penipuan dan penggelapan," pungkasnya. 

Sumber: Tribun Jatim
  • Tribun Shopping

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR
    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved