Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Surabaya

Mengenal Hidangkan Kuliner Oriental-Jawa di Surabaya Suites Hotel, Ada Lumpia hingga Wedang Ronde

Pengaruh budaya Tionghoa seakan menancap dalam kuliner Nusantara. Saking kuatnya, kadang pengaruh ini tidak disadari dan kerap dianggap makanan lokal.

Penulis: Nur Ika Anisa | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/Nur Ika Anisa
Mengenal Hidangkan Kuliner Oriental-Jawa di Surabaya Suites Hotel 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Nur Ika Anisa

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA- Pengaruh budaya Tionghoa seakan menancap dalam kuliner Nusantara. Saking kuatnya, kadang pengaruh ini tidak disadari dan kerap dianggap makanan lokal.

Persilangan budaya menjadi hal yang lumrah terjadi di Indonesia, termasuk dalam urusan lidah dan perut.

Masyarakat pun kerap mengenal berbagai jenis menu, salah satunya masakan Tionghoa yang memiliki berbagai jenis gaya masakan.

Head Chef Surabaya Suites Hotel Chef Danang menerangkan beberapa hidangan yang merupakan makanan oriental dan cukup familiar di Indonesia. Hidangan ini sengaja dihadirkan sebagai Perayaan Imlek 2023. 

“Kali ini dengan nuansa Perayaan Imlek, kami pilih oriental-Jawa, proyeksi kami menyongsong tahun 2024 yang mana dilakukan Pemilu supaya tidak terpecah dengan budaya yang bermacam-macam,” kata Chef Danang ditemui di Surabaya Suites Hotel.

Lumpia, bakso, tauto, ronde hingga lontong cap gomeh. Dihadirkan secara khusus sebagai menu pelengkap perayaan Imlek hingga cap go meh nanti.

Baca juga: 12 Makanan Khas Wajib Saat Perayaan Imlek 2023 Ini Bakal Bawa Keberuntungan Jika Kamu Tahu Caranya

Baca juga: Arti Kata Gong Xi Fa Chai dan Xin Nian Kuai Le, Dilengkapi 20 Ucapan Imlek 2023 Bahasa Mandarin

Chef Danang menjelaskan, sajian lumpia yang tidak asing bagi masyarakat Indonesia terutama Jawa Timur adalah bagian dari perjalanan saudagar Tionghoa.

Dikisahkan, Tjoa Thay Yoe datang ke Semarang untuk mengubah nasibnya.

Sesampainya di Semarang, ia mencoba menjual masakan khas Chinanya, yaitu martabak yang diisi dengan rebung dan dicampur dengan daging babi.

Namun dalam menjalankan bisnis makanan, Tjoa harus bersaing dengan Wasi, seorang perempuan Jawa yang menjual makanan sejenis namun dengan isi yang berbeda.

Sementara martabak Tjoa menyajikan rebung dan daging babi yang gurih, Wasi mengisi martabaknya dengan campuran ayam, udang, dan telur yang rasanya manis.

“Lumpia itu luar biasa perjuangannya. Persaingan bisnis antara Tjoa dan Wasi. Bahan rebung, daging babi dan udang, ayam. Mereka akhirnya saling jatuh cinta dan di jadikan lumpia. Di semarang masih ada turunannya ke empat. Sekarang kami hadirkan lumpia di hotel kami,” kata Chef Danang.

Chef Danang juga menjelaskan sejarah tentang menu lontong cap go meh, bakso yang ternyata bukan berasal dari Indonesia hingga desert wedang ronde.

Sajian yang berasal dari Tionghoa tersebut cukup populer di Indonesia. Wedang ronde yang nikmat disantap saat hangat rupanya memiliki filosofi tersendiri bagi masyarakat Tionghoa.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved