Berita Gresik

Alasan Pengantin Pria Tak Menyesal Nikahi Domba di Gresik, Demi Konten: Kalau Beneran Saya Tidak Mau

Empat terdakwa kasus penistaan agama yakni perniikahan manusia dengan domba takk menyesal. Bahkan si pengantin ngaku cuma konten.

Penulis: Sugiyono | Editor: Arie Noer Rachmawati
TRIBUNJATIM.COM/SUGIYONO
DOMA – Persidangan secara online di Pengadilan Negeri Gresik dalam kasus penistaan agama dalam pernikahan manusia dengan domba, Rabu (25/1/2023). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sugiyono

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Empat terdakwa kasus penistaan agama yang menyeret anggota DPRD Kabupaten Gresik mengaku tidak menyesal atas adanya pelecehan agama dalam pernikahan manusia dengan domba, Rabu (25/1/2023).

Ungkapan tersebut disampaikan para terdakwa dalam persidangan di Pengadilan Negeri Gresik dengan agenda mendengarkan keterangan terdakwa. 

Dalam sidang yang dipimpin Majelis Hakim Pengadilan Negeri Gresik Moch Fatkur Rochman, dan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Gresik Danu Bagus Pratama.

Sedangkan, empat terdakwa didamping penasihat hukum mengikuti sidang secara online dari Rumah Tahanan Kelas IIB Gresik

Dari empat terdakwa dengan berkas terpisah saat dikonfirmasi Jaksa Danu Bagus terkait penyelasan dalam kegiatan pernikahan manusia dengan domba, para terdakwa mengatakan tidak menyesal.

Sebab, alasannya kegiatan tersebut merupakan sebuah konten di media sosial untuk menghibur masyarakat. 

Baca juga: Ingat Kasus Manusia Nikahi Kambing di Gresik? Tamu Kuak Undangan, Status Nur Hudi Tahanan Rutan

Empat terdakwa yaitu Nur Hudi Didin Ariyanto, selaku pemilik pesanggrahan Keramat Ki Ageng di Desa Jogodalu, Kecamatan Benjeng yang digunakan untuk acara pernikahan manusia dengan domba.

Terdakwa lainnya yaitu Saiful Fuad atau Arif Saifullah (Gus Arif) sebagai konten creator, Saiful Arif sebagai pengantin laki-laki dan Sutrisna sebagai penghulu. 

Ketika dalam persidangan secara online, empat terdakwa secara bergantian mendapat pertanyaan dari Jaksa Danu Bagus, apakah menyesali perbuatan tersebut.

Dengan tegas, empat terdakwa mengatakan tidak menyesal, sebab kegiatan tersebut merupakan konten untuk menghibur masyarakat. 

“Kalau untuk konten, tidak menyesal yang mulia. Sebab, untuk menghibur,” kata Sutrisna. 

Namun, Jaksa Danu Bagus menegaskan dalam kegiatan pernikahan manusia dengan domba ada rangkaian menyebut nama Allah dan mahar.

Baca juga: Viral Video Pemuda Disebut Kena Azab Jadi Kambing karena Durhaka, Tampak Makan Daun Singkong, Palsu?

“Karena untuk konten yang mulia. Dan masyarakat saat itu juga terhibur,” katanya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved