Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Santri di Madura Dikeroyok Senior

Isak Tangis Ayah Korban Santri di Bangkalan yang Tewas Dianiaya: Dipondokkan Bukan untuk Dibunuh

Nasib tragis seorang santri remaja pria berinisial BT (16), warga Desa Buluk Agung, Kecamatan Klampis meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban.

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/Ahmad Faisol
Tangis ayah korban dari santri di Bangkalan yang tewas usai menjadi korban pengeroyokan di pondok pesantren, Selasa (7/3/2023) malam. 

“Kalau anak saya, bukan saya menyanjung anak, saya mau ngomong apa adanya. Keseharian anak saya di rumah, jangankan mengambil punya orang lain, ada barang berupa makan dan minuman di dalam kulkas masih bertanya kalau bukan haknya,” tegas Nasip.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penetapan tersangka atas peristiwa meninggalnya korban BT.

Rangkaian pemeriksaan masih berlangsung terhadap belasan santri yang diduga berada di lokasi kejadian.

“Kepada pihak kepolisian, saya mohon kepada negara, anak saya sampai meninggal. Saya tidak ikhlas, umur ditentukan dari yang kuasa. Tetapi kalau dengan cara demikian saya tidak ikhlas. Hukum harus tegak sebenar-benarnya tegak. Masak di pondok hukumannya seperti itu,” pungkas Nasip

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved