Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Kota Malang

Belum Ada Pengerjaan Sama Sekali, Pemkot Malang Akan Ambil Alih Pembangunan Jembatan Lembah Dieng

Dari tahun lalu belum ada pengerjaan sama sekali, Pemkot Malang akan ambil alih pembangunan Jembatan Lembah Dieng.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/RIFKI EDGAR
Jembatan Lembah Dieng Kota Malang ambruk dipasangi police line, Minggu (1/5/2022) 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kerusakan yang terjadi di Jembatan Lembah Dieng, Kelurahan Pisangcandi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, belum diperbaiki hingga saat ini.

Sempat ada wacana perbaikan dilakukan pertangan tahun lalu, namun nyatanya belum ada pengerjaan sama sekali.

Komisi C DPRD Kota Malang melaksanakan rapat dengar pendapat dengan pengembang dan warga sekitar jembatan.

Dari rapat tersebut, pengembang menyerahkan urusan pembangunan Jembatan Lembah Dieng kepada pemerintah.

Sekretaris Komisi C, Ahmad Wanedi menjelaskan, Jembatan Lembah Dieng disepakati oleh pengembang diserahkan ke Pemkot Malang.

Selanjutnya, legislatif akan mendorong Pemkot Malang untuk berkoordinasi dengan pihak terkait dalam menyusun kajian dan petunjuk teknis.

"Mungkin juga regulasi apakah jembatan itu bisa dibangun melalui APBD, APBN atau lainnya," ujar Ahmad Wanedi, Rabu (31/5/2023).

Pihak pengembang telah meneken tanda tangan di atas meterai. Isinya menyebutkan bahwa pengembang yakni Direktur PT Hattaka Utama, Hatta Ismail menyerahkan pembangunan kembali Jembatan Lembah Dieng kepada masyarakat Kota Malang.

Selanjutnya pelaksanaan pembangunan berkoordinasi dengan para pihak terkait.

"Tadi kebetulan juga hadir pengusaha di lingkungan jembatan yang selama ini memiliki kontribusi. Nanti kalau memang tidak bisa dianggarkan, mungkin bisa dilakukan gotong royong. Tapi tetap harus ada izin dari PUPR sekaligus izin dari BBWS selalu pemangku wilayah sungai," paparnya.

Ia menyebut pihaknya sudah cukup lama memberi tenggat waktu untuk pengembang melakukan pembangunan.

Semestinya, apabila diperbaiki sesuai janji pada Juli tahun lalu, saat ini harusnya jembatan sudah selesai dibangun. Akan tetapi kenyataan justru tidak ada aktivitas perbaikan sama sekali.

Baca juga: Viral di Medsos Video Sekelompok Orang Selamatkan Perempuan di Jembatan Soehat, Polisi Buka Suara

"Sementara kebutuhan jembatan untuk mobilisasi dan sektor ekonomi juga terganggu. Makanya kalau jembatan itu segera dibangun, nilai manfaatnya, khususnya di warga sekitar, pasti akan lebih maksimal," tegasnya.

Direktur PT Hattaka Utama, Hatta Ismail mengaku sebenarnya pihaknya memang akan membangun jembatan tersebut.

Namun pada kenyataannya memang hingga kini belum bisa melakukan pembangunan.

"Dengan adanya diminta pemda ya tidak masalah. PSU-nya semuanya nanti bertahap. Kalau rencana saya kan mau saya uruk karena itu bukan anak sungai. Hanya saya mau bangun saluran seperti di UNMER itu 1 meter, nanti saya bikin 1,5 meter. Saya taruh di penghijauan dekat PKL," ungkapnya.

Hatta menyerahkan seluruhnya kebutuhan desain pembangunan jembatan ke Pemkot Malang.

Selama ini, perizinan yang dilakukan oleh pihaknya dilakukan ke Pemkot Malang dan Pemkab Malang.

Pasalnya, lokasi jembatan berada di perbatas dua wilayah administratif.

Baca juga: Diduga Ikuti Google Maps, Honda Jazz dan Toyota Kijang Nyasar ke Jembatan Sempit, Warga Turun Tangan

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved