Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Surabaya

Momen Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Datangi Rumah Anak yang Enggan Bersekolah, Soroti Peran Ortu

Empat anak dalam satu keluarga di Surabaya enggan bersekolah. Mengetahui hal ini, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi langsung mendatangi kediaman keluarga

Pemkot Surabaya
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendatangi keluarga Choirul Anam dan Yunita Puji Lestari, Rabu (14/6/2023). Wali Kota memberikan semangat kepada putra-putri Choirul dan Yunita untuk kembali melanjutkan sekolah. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Koloway

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Empat anak dalam satu keluarga di Surabaya enggan bersekolah. Mengetahui hal ini, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi langsung mendatangi kediaman keluarga ini, Rabu (14/6/2023).

Keempat anak ini adalah pasangan keluarga Choirul Anam dan Yunita Puji Lestari. Suami istri yang berusia 36 tahun ini memiliki enam anak.

Masing-masing adalah FRP (18) putus sekolah SMP, RDF (16) putus sekolah SD, RK (12) putus sekolah SD, MZ (10) belum SD hanya TK, NCN (6) mendaftar SD tahun ini dan RAA (1).

Didampingi Ketua TP PKK Surabaya Rini Indriyani, Cak Eri mendatangi langsung rumah keluarga Choirul-Yuyun di Jalan Bulak Rukem Timur, Rabu (14/6/2023). Pihaknya memberikan motivasi dan semangat dukungan.

Baca juga: Fasilitasi Anak Putus Sekolah, Rumah Pintar di Jember Gelar Kejar Paket, Didominasi Usia Dewasa

"Sebenarnya anak ini sudah sekolah, di sekolah terbuka. Tapi, ketika pandemi dia putus sekolah lagi. Jadi saya sampaikan harus sekolah lagi, nanti saya pantau sendiri," kata Wali Kota Eri.

Terkait pendidikan anak-anak ini, Pemkot Surabaya juga sebenarnya telah memberikan intervensi kepada keluarga tersebut.

Akan tetapi, karena kurangnya peran dukungan dari orang tua, sehingga anak-anak mereka enggan sekolah.

Sehingga, pihaknya berharap keluarga ikut memberikan motivasi.

"Selama ini ada intervensi, tapi keluarganya tidak memberikan semangat. Anaknya tidak sekolah, dibiarkan. Ini berarti (perlu) mengedukasi keluarga," katanya.

Sekalipun demikian, Wali Kota Eri berterimakasih kepada tetangga, RT/RW hingga Kader Surabaya Hebat (KSH). Mereka menyampaikan informasi ini sehingga pemkot bisa memberikan intervensi.

"Saya juga matur nuwun (terima kasih) dengan KSH dan semua tetangga yang menyampaikan informasi kepada kami, sehingga kami bisa tindaklanjuti," ujar dia.

Nantinya, Wali Kota Eri juga meminta keluarga itu supaya mengikuti program KB (Keluarga Berencana). Apalagi, saat ini istri dari Choirul kembali mengandung anaknya yang ketujuh.

"Saya juga bilang sama bapaknya, wes mandek-mandek (berhenti), ayo melok (ikut) KB. Ini mau ada tujuh (anak). Jadi ibunya juga steril," kata Cak Eri, sapaan lekat Wali Kota Surabaya.

Ia menyampaikan, pentingnya mengikuti KB. Sebab ini menjadi bagian dari kesejahteraan masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved