Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Surabaya

TERUNGKAP Penyebab Kebakaran Rumah di Tambaksari Surabaya hingga Bikin 4 Orang Penghuni Luka Bakar

Akhirnya terungkap penyebab kebakaran rumah dua lantai di Jalan Karang Empat 10 No 51, Ploso, Tambaksari, Surabaya

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Taufiqur Rohman
TribunJatim.com/Luhur Pambudi
Saat petugas DPKP Kota Surabaya melakukan proses pembasahan 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Akhirnya terungkap penyebab kebakaran rumah dua lantai di Jalan Karang Empat 10 No 51, Ploso, Tambaksari, Surabaya, pada Selasa (11/7/2023) siang, yang menyebabkan empat orang mengalami luka bakar.

Kapolsek Tambaksari, Kompol Ari Bayu Aji mengatakan, penyebab kebakaran akibat korsleting listrik pada instalasi kelistrikan di dinding area teras.

Instalasi kelistrikan di area tersebut tersambung secara paralel menghubungkan daya listrik ke sebuah alat pendingin udara; AC dan komponen kelistrikan di ruang tamu.

Temuan tersebut diperoleh dari hasil olah TKP yang dilakukan oleh anggota Tim Inafis Polrestabes Surabaya dan anggota Unit Reskrim Polsek Tambaksari.

"Hasil olah TKP oleh Unit Inafis Polrestabes Surabaya, penyebab konsleting listrik. Instalasi listrik yang di dinding teras, yang mana AC paralel dengan listri yang lain nyambung ke ruang tamu," ujarnya saat dihubungi TribunJatim.com, Selasa (11/7/2023).

Sementara itu, berdasarkan data dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya.

Pembasahan selesai dan dinyatakan kondusif sekitar pukul 11.54 WIB. DPKP Surabaya mengerahkan delapan unit kendaraan berbagai jenis ke lokasi. Setelah diperiksa, lanjut Dedik, ternyata luas yang terbakar sekitar 4 m x 5 m, di lantai dasar.

Korban yang dirujuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya, berinisial RBK (60) mengalami inhalasi saluran pernafasan. JBS (20) mengalami luka bakar derajat dua sekitar 30-40 persen. JE (22) mengalami luka bakar derajat dua, sekitar 40-50 persen. JS (11) mengalami luka bakar derajat satu, sekitar 30 persen.

Sedangkan, WN (10) yang terkategori sebagai ABK mengalami luka lecet pada kaki kanan. Tidak sampai dirujuk ke RS terdekat. Namun, hanya mendapatkan penanganan medis di lokasi yang diberikan petugas medis PMI Kota Surabaya.

Tetangga depan rumah, Yayan Budiarto mengatakan, dirinya mengetahui insiden kebakaran tersebut setelah melihat kepulan asap hitam tebal menyeruak dari pagar besi rumah tetangga tepat depan rumahnya, lalu tampak membumbung tinggi ke awan.

Merasa ada yang tak beres, dirinya bergegas berteriak-teriak meminta bantuan warga atau pada tetangganya yang lain.

Saat pertama kali memandang area teras rumah tersebut, ia melihat kobaran api telah memblokade akses puntu masuk depan rumah yang berbatasan langsung dengan ruang tamu.

Semua warga yang tiba di lokasi kebakaran berupaya memadamkan kobaran api menggunakan alat seadanya.

Dari berbagai arah, ada yang menggunakan air diwadahi ember lalu disiramkan. Ada juga yang memadamkan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).

Para warga yang berupaya memadamkan api, menyadari bahwa di dalam rumah yang terbakar itu, masih terdapat beberapa orang penghuni yang masih terjebak.

Namun, Yayan mengungkapkan, warga tidak ada yang berani nekat menerobos kobaran api karena nyala si jago merah itu, memblokade pintu akses masuk utama depan rumah.

"Warga berusaha memadamkan api. Gak bisa masuk karena ruang tamu terbakar. Keblok, gak bisa masuk," ujarnya saat ditemui TribunJatim.com di lokasi.

Lantaran akses jalan pintu utama telah terblokade oleh kobaran api. Yayan menjelaskan, dua orang penghuni berinisial JS (11) dan JE (22), sempat berupaya keluar dari rumah melalui loteng untuk melompat ke atap rumah tetangga di sisi kiri rumahnya.

"Yang berhasil diselamatkan 1 orang, yang 2 orang melompat (dari loteng ke genteng) iya si JS dan JE. Tangannya luka," ungkapnya.

Bahkan, sebelum keduanya berhasil menyelamatkan diri. Yayan menambahkan, seorang penghuni rumah yang memiliki latar belakang sebagai anak berkebutuhan khusus (ABK), berinisial WN (10), juga telah berhasil menyelamatkan diri.

"Anak yang ABK dia sudah keluar pertama. Kan dia sering keluar dekat pagar. Iya posisi dia ada di luar. Iya ada anak yang ABK tadi menyelamatkan diri di teras rumah saya," jelasnya.

Setelah melihat kedua penghuni rumah tersebut telah berhasil menyelamatkan diri dengan cara melompat dari atap. Yayan mengira, tidak lagi ada penghuni di dalam rumah.

Dugaannya meleset saat mendengar suara seorang pembantu atau asisten rumah tangga (ART) rumah yang berhasil menyelamatkan diri, berteriak bahwa masih ada seorang lagi yang terjebak di dalam rumah.

Ia menduga, bahwa seorang penghuni yang terjebak itu, berinisial RBK (60). Namun, korban berhasil diselamatkan setelah proses evakuasi dilakukan oleh petugas pemadam kebakaran.

"Iya kemungkinan (yang ketinggalan Ribka). Karena si tacik (pembantu) bilang ada 1 masih di dalam (ketinggalan di rumah)," pungkasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh tertangga lainnya, Edoan Anlaksona Sentosa Putra. Insiden kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 11.01 WIB.

Saat itu, dirinya kebetulan baru bangun tidur, lalu mendapati adanya insiden tersebut. Lalu dirinya bersama warga lain, berjibaku memadamkan api dengan alat seadanya.

Dan dirinya saat itu membawa tabung APAR untuk memadamkan kobaran api di bagian depan rumah tersebut.

Bahkan dirinya juga sempat melihat beberapa orang penghuni rumah yang berhasil menyelamatkan diri, mengalami luka bakar, hingga mendapatkan penanganan medis di lokasi.

"Kejadian jam 11.01, kebetulan saya bangun tidur langsung saya lihat ada api, saya keluar, langsung saya bawa APAR," katanya saat ditemui TribunJatim.com di lokasi.

Ikuti berita seputar Surabaya

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved