Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Kota Mojokerto

Wali Kota Ning Ita Serukan Inovasi OPD Kejar Target untuk Pertahankan Kota Mojokerto Juara IGA 2023

Wali Kota Ika Puspitasari atau Ning Ita serukan inovasi OPD kejar target untuk mempertahankan Kota Mojokerto sebagai juara IGA 2023.

Penulis: Mohammad Romadoni | Editor: Dwi Prastika
Istimewa/TribunJatim.com
Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari atau Ning Ita dalam kegiatan evaluasi pengisian Indeks Inovasi Daerah (IID) yang sekaligus pemberian hadiah lomba Mojo Indah, di Sabha Mandala Madya, Pemkot Mojokerto, Senin ( 17/7/2023). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Mohammad Romadoni

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari menekankan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk terus mengembangkan inovasi.

Pengembangan inovasi ini untuk mempertahankan Kota Mojokerto sebagai juara Kota Terinovatif dalam Innovative Government Award (IGA) 2023.

Hal ini diungkapkan Wali Kota Ika Puspitasari atau Ning Ita dalam kegiatan evaluasi pengisian Indeks Inovasi Daerah (IID) yang sekaligus pemberian hadiah lomba Mojo Indah, di Sabha Mandala Madya, Pemkot Mojokerto, Senin ( 17/7/2023).

Ning Ita mengatakan, inovasi di jajaran OPD Kota Mojokerto, terutama inovasi yang mendapat poin di bawah 105 harus ditingkatkan.

"Harus fokus yang melandasi para inovator jangan ini sebagai perlombaan, sebuah penilaian. Tetapi landasannya dan niatnya harus meletakkan inovasi itu sebagai jawaban atas tuntutan masyarakat," jelasnya.

Menurutnya, inovasi adalah sebagai solusi atas persoalan yang sedang dihadapi dalam pemberian pelayanan publik.

"Dasarnya harus itu, kalau inovasi didasari itu, maka saya yakin, ini akan berkelanjutan. Tapi kalau inovasi didasari sebuah ajang untuk mengikuti perlombaan, habis selesai tidak berkelanjut," ungkapnya.

Ning Ita mengungkapkan, OPD pengembangan inovasi harus didasari kebutuhan pelayanan publik dan menjawab permasalahan yang dialami masyarakat.

Baca juga: Hari Pertama Masuk Sekolah, Wali Kota Mojokerto Ning Ita Buka MPLS Serentak untuk Siswa SD dan SMP

Setidaknya ada 176 inovasi, namun 96 inovasi belum memenuhi target dan 63 inovasi dalam zona merah.

"Tapi kalau atas dasar itu tadi jawaban atas tuntutan masyarakat, solusi atas pelayanan kita (Pemkot Mojokerto) terhadap masyarakat yang ada masalah. Solusinya adalah dengan inovasi. Makanya terus diupayakan untuk bermanfaat," bebernya.

Apabila inovasi terus bermanfaat, maka nilai kematangan lebih tinggi sesuai indikator parameter yang sudah ditentukan oleh Kemendagri.

"Jadi reward itu adalah stimulus bahwa perjanjian kinerja yang ditandatangani oleh kepala OPD dan wali kota setiap awal tahun. Salah satu dipersyaratkan adalah wajib melahirkan minimal satu inovasi," ucap Ning Ita.

Dikatakannya, ketika inovasi mendapat apresiasi misalnya juara nasional, maka tingkat kematangan sudah cukup tinggi. Sebab parameter-parameter sudah jelas.

Baca juga: Jamin Hak Anak di Kota Mojokerto Terpenuhi, Ning Ita Libatkan Semua Sektor untuk Kota Layak Anak

"Inovasi sudah berjalan minimal dua tahun dan sebagainya keberlanjutan bisa dilihat di situ. Kalau di level regional maupun nasional seperti IGA, KIPP itu (inovasi) berjalan minimal dua tahun. Jadi dilihat parameternya, ternyata benar bermanfaat," terangnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved