Breaking News
Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Surabaya

Ada 244 Kali Kebakaran di Lahan Terbuka Surabaya, Warga Diimbau Tak Bakar Sampah Sembarangan

Antisipasi dan penanganan kebakaran di Surabaya tak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah.

Istimewa
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya melakukan pemadaman api beberapa waktu lalu. 

Apabila ditemukan, maka akan ada upaya preventif hingga penindakan untuk memberikan efek jera. Harapannya, tindakan tersebut tak diulangi di kemudian hari.

"Jadi ada larangan itu, bukan hanya panas tetapi anginnya kencang, dikhawatirkan kalau membakar di lahan terbuka, bisa merambat ke objek lain di sekitarannya," ujarnya.

Sebaliknya warga dapat membuang sampah di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang telah disediakan Pemkot Surabaya.

Selanjutnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang akan mengantar ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA).

"Membakar lahan terbuka pun menurut undang-undang lingkungan, juga tidak dibenarkan. Kalau bakar sampah di ruang terbuka tanpa menggunakan teknis tertentu," jelasnya.

Selain mencegah terjadi kebakaran di lahan terbuka, DPKP Surabaya juga mengingatkan masyarakat agar memperhatikan api saat memasak.

Sebab, berdasarkan catatannya, beberapa kali telah terjadi kebakaran di Surabaya karena disebabkan kelalaian saat memasak.

"Ada beberapa kejadian kemarin sempat masak dan kelupaan sehingga terjadi kebakaran, kalau masak ditunggu dan sebagainya."

"Angin juga kencang takutnya bisa merambat apinya ke tetangga," ungkap dia.

Selain lalai saat memasak, kebakaran juga disebabkan karena alat elektronik. Terutama, karena arus pendek.

"Sehingga, kalau ada barang elektronik tidak digunakan maka kabelnya dicabut, jangan cuma ditekan tombolnya saja," kata Dedik.

Dedik menyatakan, bahwa pihaknya juga getol melakukan sosialisasi dan pelatihan pencegahan kebakaran di wilayah perkampungan.

Dalam giat itu, warga diberikan pengetahuan tentang penyebab terjadinya kebakaran dan cara pencegahannya.

Dalam sosialisasi, petugas mengenalkan fase pertumbuhan api kepada masyarakat. Biasanya, waktu krusial api berada di empat menit pertama sejak fase awal muncul.

Saat itu, warga pun tidak panik ketika terjadi kebakaran.

"Lakukan penanganan awal dan menghubungi Command Center 112. Respon time kami tujuh menit, padahal krusialnya fase api di empat menit."

"Kalau warga melakukan pemadaman awal dengan alat tradisional, seperti anduk basah dan sebagainya, kami akan latih," katanya.

Ikuti berita seputar Surabaya

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved