Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Surabaya

Hadiri Forum Rektor Indonesia, Jokowi Soroti IPTEK dan Inovasi Optimal untuk Wujudkan SDM Unggul

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta perguruan tinggi untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul dan inovasi yang optimal pada 10 tahun nanti.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Sudarma Adi
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Tangkapan layar YouTube Unesa : Presiden RI, Joko Widodo saat membuka Konvensi Kampus XXIX dan Temu Tahunan XXV Forum Rektor Indonesia di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Senin (15/1/2023). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sulvi Sofiana

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta perguruan tinggi untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul dan inovasi yang optimal pada 10 tahun ke depan.

Dikatakan Jokowi,sumber daya alam yang melimpah tapi tidak cukup untuk menjadikan Indonesia negara maju. Paling penting, kata dia, adalah SDM berkualitas.

"Kedua kita butuh IPTEK dan inovasi berkualitas. Keduanya tugas penting lembaga pendidikan kita. Tugas para rektor dan dosen," katanya saat membuka Konvensi Kampus XXIX dan Temu Tahunan XXV Forum Rektor Indonesia di Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Senin (15/1/2023).

Jokowi menceritakan saat berkunjung ke Amerika Serikat dan pergi ke dua perguruan tinggi di Washington DC dan San Frasisco, dia kaget karena lebih dari separuh mahasiswanya berasal dari Tiongkok. 

Baca juga: Resmikan Pasar Induk Among Tani Kota Batu, Joko Widodo Takjub: Pasar Terbesar yang Pernah Saya Lihat

"Saya kemudian berpikir, inilah yang menyebabkan Tiongkok melompat maju di 20 tahun terakhir dan melampaui negara negara maju. Kedua India. Saya cari mahasiswa dari Indonesia, ternyata ada lima, sangat kecil sekali," ujarnya.

Sementara saat ke Vietnam, Jokowi mendapatkan informasi bahwa ada satu perusahaan swasta, Research and Development (R&D) memiliki 2.400 peneliti. 

Hal itu, menurut Jokowi, menunjukkan betapa Vietnam sangat menghargai riset. Termasuk Tiongkok yang salah satu satu perusahaan bisa memiliki 24 ribu R&D.

"Vietnam income per kapita kira 4.200 dolar AS. Kita sekarang sudah 5.100 dolar AS padahal Vietnam mulai 1975 baru selesai perang. Artinya 30 tahun duluan kita. Tapi mereka ngebut kenceng. Dan hati-hati income per kapitanya melampaui kita. Kalau kita monoton dan santai saja bisa kelewat Vietnam, ini yang kita tidak mau," ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa lembaga perguruan tinggi punya peran strategis untuk menciptakan SDM unggul dan berkualitas, dan bukan hanya menguasai ilmu pengetahuan tapi juga yang mau belajar. SDM yang kuat fisik mental dan moralnya.

"SDM yang inovatif dan menghasilkan karya berkualitas. Di sisi lain perguruan tinggi bertugas menjadi lembaga riset. Karena memiliki dosen yang sangat banyak, tenaga peneliti dan puluhan ribu mahasiswa untuk pengembangan IPTEK. Kuncinya di sini," katanya.

Baca juga: Potret Ibu Negara Iriania Joko Widodo dan Wury Maruf Amin Bermain bersama Siswa SD di Surabaya

Sementara itu, Ketua FRI Periode 2022-2023, Prof Dr Moh Nasih SE MT Ak mengungkapkan apresiasinya atas kehadiran presiden RI khusus ke FRI hari ini. Iapun menyampaikan komitmen FRI menciptakan SDM Unggul untuk menyiapkan Indonesia maju di 2035.

Namun, ia juga meminta dukungan pemerintah dalam mengoptimalkan riset hingga hilirisasi hasilnya. Hal ini menurutnya merupakan bentuk memerdekaan kampus untuk bisa berkreasi. 

"Tetapi sayangnya saat mampu menjual inovasi pasti dilirik BPK,KPK. Jadi banyak kekhawatiran harus diperiksa BPK. Jadi kemerdekaannya gak terenggut karena proses pemeriksaan. Seperti juga kampus swasta yang masih dilirik pajaknya, listriknya yang belum masuk yang tarif sosial. Jadi kampus merdeka kami harapkan bisa maksimal,"ujarnya.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved