Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Pilpres 2024

Tak Bisa Jadi Petugas Lipat Surat Suara, Bu Isma Ngaku Disalip 'Orang Dalam': Katanya Enggak Becus

Padahal Isma mengaku telah berusaha sekuat tenaga untuk bisa memenuhi target harian, namun merasa tidak dihargai.

Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
Warta Kota/Nuri Yatul Hikmah
Isma mengaku tak bisa jadi petugas sortir lipat surat suara di GOR Tanjung Duren, Jakarta Barat, Kamis (11/1/2024). 

"Kan tadinya nganggur ya, sekarang lumayan bisa buat tambahan membiayai keluarga," imbuhnya.

Begitu ujar Siti Nur Aini yang sedang duduk sambil melipat surat suara di Gudang Logistik KPU, Klapanunggal, Kabupaten Bogor, pada Senin (15/1/2024).

Siti Nur Aini mengaku, ini adalah pertama kalinya dia ikut serta membantu melipat kertas surat suara.

Meski begitu, dia merasa tak kesulitan karena pernah bekerja di pabrik kertas.

"Pas mulai awal-awal melipat dan menyortir itu kita dikasih tahu sih caranya sama KPU," ungkap dia.

"Tapi karena saya dulunya pernah kerja di pabrik kertas, jadi sudah tahu semua, jadi gampang," jelasnya.

Perempuan berkerudung biru ini mengaku dibayar Rp250.000 per 1.000 surat suara yang disortir dan dilipatnya.

Seorang petugas sortir-lipat surat suara Pemilu 2024, Siti Nur Aini, sedang duduk melipat surat suara di Gudang Logistik KPU, Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (15/1/2024).
Seorang petugas sortir-lipat surat suara Pemilu 2024, Siti Nur Aini, sedang duduk melipat surat suara di Gudang Logistik KPU, Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (15/1/2024). (KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN)

Dia mengungkapkan, rasa letih dan pegal tentu ada karena kerja selama berjam-jam.

Kendati begitu, ia sangat bersyukur bisa menjadi salah satu petugas sortir lipat surat suara Pemilu 2024.

Apalagi Siti Nur Aini bisa mengais rezeki dengan nominal yang sepadan di saat kondisi menganggur.

Menurut dia, rasa lelah dan pegal pun jadi terbayar.

Ia juga mengaku paling mudah melipat surat suara Presiden.

"Rp250.000 per 1.000 lipatan. Kalau surat suara Presiden paling gampang dilipat karena kecil, cuma yang lainnya ini tebel ya," ungkap Siti Nur Aini.

Jika dihitung dari pekerjaan melipat tersebut, Siti Nur Aini bisa memperoleh upah hingga Rp1,2 juta per lima hari.

Hitungan tersebut, sambung dia, berlaku ketika dia berhasil melipat 1.000 lembar surat suara sehari.

Jika ingin mendapatkan upah lebih tinggi lagi, ia harus bekerja hingga belasan jam per hari.

"Tergantung kondisi badan saya saja, kalau mau, bisa dapat lebih pasti," kata dia sambil tersenyum lagi, mengutip Kompas.com.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved