Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Pemilu 2024

Duka Petugas Pemilu di Sumenep, Meninggal usai Sempat Mengeluh Sakit Perut dan Demam

satu anggota KPPS di TPS 12 Desa Batang - Batang Daya, Kabupaten Sumenep Madura ini meninggal dunia di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep karena sakit

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
ILUSTRASI Pemilu - Duka Petugas Pemilu di Sumenep, Meninggal usai Sempat Mengeluh Sakit Perut dan Demam. Panitia penyelenggara Pemilu 2024 ini dikabarkan meninggal hari Selasa (20/2/2024) dini hari setelah menjalani perawatan di rumah sakit milik pemkab Sumenep. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Ali Hafidz Syahbana

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Prayoga Febrian Perdana Putra, salah satu anggota KPPS di TPS 12 Desa Batang - Batang Daya, Kecamatan Batang-batang Kabupaten Sumenep Madura ini meninggal dunia di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep karena mengalami sakit usai bertugas pada 14 Februari 2024.

Panitia penyelenggara Pemilu 2024 ini dikabarkan meninggal hari Selasa (20/2/2024) dini hari setelah menjalani perawatan di rumah sakit milik pemkab Sumenep.

Komisioner KPU Sumenep Deki Prasetya Utama membenarkan kabar tersebut, bahwa Prayoga Febrian Perdana Putra salah satu KPPS di Batang-batang Daya meninggal karena sakit.

"Informasi yang kami terima subuh tadi, anggota KPPS itu meninggal dini hari tadi karena sakit dan sempat dirawat di rumah sakit," tutur Deki Prasetya Utama pada TribunJatim.com saat ditemui di kantornya.

Berdasarkan laporan yang diterima lanjutnya, almarhum mulai drop dan mengeluhkan sakit pada tanggal 15 Februari 2024 setelah menyelesaikan tugas sebagai KPPS.

Baca juga: Kisah Nelongso Petugas Pemilu di Ponorogo yang Sakit dan Dirawat di RS: Berpikir Ulang Jika Ditawari

"Keluhannya sakit perut, demam. Karena sakitnya tidak kunjung reda, bahkan alami sesak nafas. Maka langsung dibawa ke RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, ternyata dini hari tadi sudah meninggal," katanya.

Menuritnya, Ketua KPU Sumenep beserta sejumlah komisioner mendatangi rumah almarhum untuk menyampaikan rasa bela sungkawa sedalam-dalamnya.

Ia memastikan, bahwa alm Prayoga meninggal dunia dalam masa tugas sebagai KPPS.

"Sesuai aturan, akan mendapatkan uang santunan. Kepada PPS kami minta membuat berita acara kronologis kejadiannya. Kami akan memberikan santunan atau uang duka atas meninggalnya anggota KPPS ini," katanya.

Terpisah, Humas RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep dr. Asad Zainuddin membenarkan bahwa alm Prayoga mendapatkan perawatan medis.

Hasil informasi dari tim IGD RSUD dr. H. Moh. Anwar lanjutnya, pasien tersebut dibawa ke- UGD sekitar pukul 18.16 pada hari Senin (19/2/2024) dengan kondisi pasien sesak.

"Pasien dilakukan penata laksanaan di IGD dan pemantauan di HCU dan tanggal 20 Februari 2024 jam 00.50 WIB pasien meninggal dunia," kata dr. Asad Zainuddin.

Baca juga: Nasib Ketua KPPS yang Rumahnya Dilempari Bom Bondet, Bersyukur Anak Selamat, Sempat Tidur di TKP

Sumber: Tribun Jateng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved