Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Masjid Digembok saat Ramadhan, Warga Pilih Bayar Denda Rp10 Ribu Ketimbang Salat Berjemaah, 'Unik'

Masjid digembok saat Ramadhan, warga pilih bayar denda Rp10 ribu ketimbang salat berjemaah.

Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
Shutterstock - Sripoku.com/Ehdi Amin
Masjid justru digembok saat Ramadhan, warga pilih bayar denda 

Di momen tersebut, ia menerima sejumlah alasan dari masyarakat.

Mulai dari banyaknya warga yang berkebun, sehingga jarang pulang ke desa.

Lalu sudah berkurangnya tokoh agama yang jadi tetua penggerak warga beribadah.

Hingga alasan lainnya yaitu tidak adanya anggaran untuk memberi honor marbot menghidupkan kondisi masjid di desa.

"Jika ini terus dibiarkan, anak-anak di desa ini nantinya bisa benar-benar kehilangan ketakwaan."

"Karena syair-syair Islam sudah tidak menyentuh generasi penerus," katanya.

Anggota DPRD Lahat saat mendatangi masjid di Desa Mandi Angin yang sudah dua tahun tidak digunakan untuk salat tarawih
Anggota DPRD Lahat saat mendatangi masjid di Desa Mandi Angin yang sudah dua tahun tidak digunakan untuk salat tarawih (Sripoku.com)

Nopran berharap, kondisi ini jadi perhatian Pemkab Lahat.

Misalnya dengan cara memberikan anggaran keagamaan melalui Alokasi Dana Desa (ADD) yang bersumber dari APBD.

Seperti honor bagi marbot, sehingga peribadahan terus menyentuh generasi penerus.

Jika dari kecil sudah terbiasa beribadah di masjid, ia yakin anak-anak di Kabupaten Lahat akan terbentengi dari hal-hal buruk yang menyesatkan.

"Ini bukan soal pribadi, tapi soal azaz manfaatnya dari suatu kebijakan."

"Jika Pemkab Lahat bisa menganggarkan honor bagi ratusan Pol PP Desa, seharusnya juga bisa menganggarkan honor bagi marbot dan guru mengaji di setiap desa," ujar anggota DPRD Lahat periode 2024-2029 dari Dapil Kecamatan Gumay Talang ini.

Baca juga: Anak Kos Nonis Minta Takjil ke Masjid, Ngaku Uangnya Seret, Respon Pengurus di Luar Dugaan

Sementara itu, Kades Mandi Angin, John Asmuni Beli membenarkan, dua tahun terakhir masjid di desanya kembali tak melaksanakan salatt tarawih berjamaah.

Menurutnya, hal ini dikarenakan tidak ada warga yang berkeinginan sepenuhnya menghidupkan masjid.

"Saya akui, desa kita ini sudah kehilangan tokoh-tokoh agama."

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved