Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Masjid Digembok saat Ramadhan, Warga Pilih Bayar Denda Rp10 Ribu Ketimbang Salat Berjemaah, 'Unik'

Masjid digembok saat Ramadhan, warga pilih bayar denda Rp10 ribu ketimbang salat berjemaah.

Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
Shutterstock - Sripoku.com/Ehdi Amin
Masjid justru digembok saat Ramadhan, warga pilih bayar denda 

"Masyarakatnya bisa dibilang unik, tidak bisa dilembuti tidak bisa juga dikerasi."

"Saya sempat buat beragam program keagamaan, tapi hanya bisa berjalan sebentar."

"Pernah juga dibuat aturan, tidak berjemaah di masjid didenda Rp10 ribu, nyatanya warga malah lebih memilih bayar denda," jelas John Asmuni Beli.

John Asmuni Beli menyebut, solusi agar keagamaan di desanya hidup kembali ialah dengan menempatkan seseorang yang bertugas menggerakkan peribadatan, seperti adanya marbot.

Namun dalam penggunaan ADD, tidak bisa memberikan honor bagi marbot.

"Pemerintah desa sudah berusaha, karena itu dengan kondisi ini kami berharap ada peran pemerintah daerah untuk mencarikan solusinya, dengan memberi anggaran untuk pembayaran marbot."

"Saya yakin, kondisi tidak hanya dialami oleh desa kami saja, melainkan juga banyak desa di Kabupaten Lahat," harapnya.

Masjid di Lahat Digembok saat Ramadhan, Warga Bayar Denda daripada Salat Jamaah, Kades: Sudah Usaha
Masjid di Lahat digembok saat Ramadhan, warga pilih bayar denda daripada salat jemaah (Sripoku.com/Ehdi Amin)

Sementara itu, seorang pria nekat jalan kaki dua km untuk salat di Masjid Demak meski jalanan masih terendam banjir viral di media sosial.

Sosok pria tersebut ialah Turmudi (66).

Perlu diketahui, enam kecamatan di wilayah Kabupaten Demak, Jawa Tengah, masih terendam banjir hingga Kamis (21/3/2024) kemarin.

Wilayah yang masih terdapat genangan air sebanyak enam kecamatan antara lain Kecamatan Karanganyar, Kecamatan Karang Tengah, Kecamatan Gajah, Kecamatan Wonosalam, Kecamatan Sayung, dan Kecamatan Demak.

Kendati demikian, ketinggian air di sejumlah wilayah telah mengalami penurunan pada Kamis kemarin.

Di wilayah Kecamatan Karanganyar misalnya, ketinggian air dilaporkan turun hingga 50 cm dari 200 cm.

Banjir di Kecamatan Karanganyar meluas hingga Demak Kota, menyebabkan sejumlah ruas jalan tergenang.

Bahkan Alun-alun Demak juga sempat tenggelam.

Turmudi tetap berangkat salat di Masjid Demak meski banjir menggenang jalanan.
Turmudi tetap berangkat salat di Masjid Demak meski banjir menggenang jalanan. (KOMPAS.com)
Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved