Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Terpopuler

JATIM TERPOPULER: Eks Napi Koruptor Ramaikan Pilkada Jember-Rangkaian Harlah Ponpes Al Falah Kediri

Berita Jatim terpopuler hari ini menyoroti bursa Pilkada Jember 2024, sosok band asal Malang, dan harlah satu abad ponpes di Kediri.

Editor: Olga Mardianita
TribunJatim.com
Berita Jatim terpopuler hari ini, Senin (20/5/2024): eks napi koruptor ramaikan Pilkada Jember 2024 - rangkaian harlah Ponpes Al Falah Ploso Kediri 

TRIBUNJATIM.COM - Berikut ini tersaji berita Jatim terpopuler hari ini, Senin (20/5/2024).

Segmen berita terpopuler hari ini menyoroti bursa Pilkada Jember 2024, sosok band asal Malang, dan harlah satu abad ponpes di Kediri.

Pertama, Pilkada Jember 2024 akan diwarnai eks napi koruptor.

Salah satunya adalah bakal Calon Bupati (Cabup) dari PPP, Achmad Sudiyono.

Kedua, sosok band asal Malang menjadi sorotan.

Mereka adalah Primitive Chimpanze yang selalu mengenakan kostum unik saat naik panggung.

Ketiga, ribuan santri dan wali santri menghadiri hari lahir (Harlah) 100 tahun Ponpes Al Falah Kediri.

Peringatan tersebut dibuka salah satunya oleh tausiyah KH Nurul Huda Djazuli, Minggu (19/5/2024).

Lebih lanjut, simak berita Jatim terpopuler hari ini di bawah ini!

s Al Falah Ploso pada 1 Januari 1925.

1. Mantan Napi Korupsi Ramaikan Bursa Pilkada Jember 2024, Daftar Calon Bupati Lewat PPP, Janjikan Ini

Achmad Sudiyono, Mantan Narapidana (Napi) Kasus Korupsi daftar bakal Calon Bupati (Cabup) di PPP untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Pensiunan Kepala Dinas Pendidikan Jember ini menyerahkan formulir pendaftaran bakal Calon Bupati itu, kepada Sekretaris DPC PPP Jember Yazid Merdeka, Minggu (19/5/2024) .

Sebatas informasi, Achmad Sudiyono sebelumnya pernah terjerat kasus dugaan tindak pidana korupsi dana alokasi khusus pengadaan buku. Ketika menjabat Kepala Dinas Pendidikan Jember 2010 silam.

Sudiyono divonis bersalah oleh hakim dalam perkara korupsi dan dia baru bebas menjalani hukumannya pada 19 Januari 2019. 

Achmad Sudiyono mengatakan, jika diberi rekom oleh partai berlambang Ka'bah di Pilkada 2024. Ia mengaku akan memberi perhatian serius untuk Pondok Pesantren (Ponpes), untuk wujudkan Jember Religius.

"Karena pengajar di Ponpes yang mampu mendidik anak agar berakhlak, dengan ilmu fiqih dan semacamnya sebagai bekal di dunia ini," ujarnya.

Baca juga: Daftar 56 Caleg Mantan Napi Korupsi yang Maju di Pemilu 2024, Lengkap Partai, Dapil hingga No Urut

Achmad Sudiyono (kiri) saat mendaftar Calon Bupati di DPC PPP Jember untuk Pilkada 2024.
Achmad Sudiyono (kiri) saat mendaftar Calon Bupati di DPC PPP Jember untuk Pilkada 2024. (tribunjatim.com/imam)

Menurutnya, Pemerintah Daerah (Pemda) harus hadir untuk ditengah pesantren. Sehingga akses menuju lembaga pendidikan agama itu harus diutamakan.

"Termasuk pengembangan talenta dan ketrampilan ataupun biaya pendidikan yang ada di sana," kata Sudiyono.

Sudiyono mengakui memang para pengasuh Ponpes tidak akan pernah menuntut apapun kepada negara. Tetapi pemerintah harus sadar diri.

"Pemerintah harus melek dan melihat bahwa mencetak generasi muda yang berakhlak itu tidak mudah. Bahkan pemerintah pun tidak akan mampu, dengan berapapun biaya yang dikeluarkan," jelasnya.

Namun, kata dia, para ulama dan kiai dengan barokah ilmu yang dimilik. Mereka mampu merevolusi mental santrinya  menjadi anak sholeh.

Baca selengkapnya

2. Sosok Primitive Chimpanze, Band Cadas Asal Malang yang Punya Gaya Manggung Unik

Band cadas asal Malang, Jawa Timur (Jatim), Primitive Chimpanze mulai dikenal oleh masyarakat.

Selain dikenal melalui karya lagunya, band ini juga dikenal dengan gaya manggungnya yang atraktif dan unik.

Setiap manggung, personel Primitive Chimpanze selalu tampil memakai kostum-kostum lucu. Mulai dari seragam satpam hingga memakai topeng monyet.

Bahkan salah satu lagu mereka berjudul "Rawon Tuyul," cukup populer dan banyak dikenal pecinta musik cadas.

Diketahui, band Primitive Chimpanze awalnya terbentuk dari inisiasi dua personel, yaitu Victor dan Agus Moron.

Keduanya saling bertemu, saat Agus Moron masuk dalam band Victor Strength Of Unity pada tahun 1995.

"Saat saya masuk (Strength Of Unity) dan seiring berjalannya waktu, ternyata pikiran saya dan Victor ini ada kesamaan," jelasnya, Minggu (19/5/2024).

Baca juga: Dulu Anak Band, Artis Nekat Jadi Komedian Meski Tak Bakat Melucu: Kalau Nggak Gitu, Nggak Makan

Penampilan band Primitive Chimpanze dengan kostum uniknya saat tampil di atas panggung, yang diunggah 2024.
Penampilan band Primitive Chimpanze dengan kostum uniknya saat tampil di atas panggung, yang diunggah 2024. (Istimewa/TribunJatim.com)

Kemudian, keduanya memutuskan keluar dari band lamanya dan membuat band baru.

Dari situlah, awal mula terbentuknya Primitive Chimpanze.

Terkait penampilan uniknya, ia mengaku terinspirasi dari band luar negeri bernama No Reedem Social Value (NRSC).

"Awalnya, baca-baca majalah dan melihat ada NRSC ini. Dan band NRSC inilah yang menjadi kiblat kami," pungkasnya.

Baca selengkapnya

3. Rangkaian Harlah Satu Abad Ponpes Al Falah Kediri Dimulai, Diisi Tausiyah KH Nurul Huda Djazuli

Ribuan santri dan wali santri menghadiri pembukaan rangkaian Hari Lahir (Harlah) 100 tahun Ponpes Al Falah Ploso Kabupaten Kediri, Jawa Timur (Jatim), Minggu (19/5/2024).

Kegiatan ini diisi dengan tausiyah hadrotus syaikh KH Nurul Huda Djazuli, pengasuh Ponpes Al Falah Ploso.

Pada kesempatan itu juga ada pengajian kitab.

Sebagai simbol dimulainya rangkaian Harlah Satu Abad Ponpes Ploso Kediri, dilakukan penekanan tombol oleh KH Nurul Huda Djazuli.

Para undangan yang hadir juga dihibur dengan penampilan Tim Sholawat Al Falah yang menyanyikan Qasidah Satu Abad.

Pada acara itu juga diputar Theme Song lagu satu abad dan sejarah berdirinya Ponpes Al Falah Ploso pada 1 Januari 1925.

Baca juga: Momentum Satu Abad NU, PWNU Jatim Gelar Ziarah Muassis Nahdlatul Ulama

Ribuan santri dan wali santri menghadiri pembukaan rangkaian Hari Lahir (Harlah) 100 tahun Ponpes Al Falah Ploso Kabupaten Kediri, Jawa Timur (Jatim), Minggu (19/5/2024).
Ribuan santri dan wali santri menghadiri pembukaan rangkaian Hari Lahir (Harlah) 100 tahun Ponpes Al Falah Ploso Kabupaten Kediri, Jawa Timur (Jatim), Minggu (19/5/2024). (Tribun Jatim Network/Didik Mashudi)

KH Mohammad Makmum, Ketua Umum Panitia Harlah Satu Abad Ponpes Al Falah Kediri menjelaskan, Ponpes Al Falah Ploso berdiri pada 1 Januari 1925, sehingga pada 1 Januari 2025 genap berusia satu abad.

Peringatan Harlah Satu Abad ini mengusung tema "Melestarikan Ngaji Meneguhkan Khidmah Al Falah untuk Bangsa."

Disampaikan, titik tekan kegiatan ini bagaimana mempertahankan Ponpes Al Falah Ploso menjadi pondok mengaji dan menimba ilmu, pondok untuk menjadikan ilmu yang bisa diamalkan dan amal berdasarkan ilmu.

"Atau ilmu yang amaliah dan amal yang ilmiah," jelasnya.

Baca selengkapnya


----

Berita Jatim dan berita seleb lainnya.

Informasi berita menarik lainnya di Google News TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved