Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Pilgub Jatim 2024

PKB-PDIP Tegaskan Pilgub Jatim 2024 Tak Boleh Lawan Kotak Kosong

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PDI Perjuangan sama-sama menegaskan Pilgub Jatim 2024 tak boleh hanya diikuti pasangan calon tunggal

tribunjatim.com/Yusron Naufal Putra
Talkshow Mata Lokal Jawa Timur (MLJ) bertajuk 'Jelang Pendaftaran Pilgub Jatim 2024, Siapa Penantang Kuat Khofifah?' di Studio TribunJatim Network, Rabu (7/8/2024). 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Yusron Naufal Putra 

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PDI Perjuangan sama-sama menegaskan Pilgub Jatim 2024 tak boleh hanya diikuti pasangan calon tunggal alias melawan kotak kosong saja. Tak sekedar menyodorkan calon penantang, namun baik PKB dan PDIP memberi sinyal tengah menyiapkan kejutan untuk petahana Khofifah-Emil. 

Bendahara DPW PKB Jatim Fauzan Fuadi mengungkapkan masih ada waktu bagi partainya untuk menyiapkan gaco sekalipun pendaftaran di KPU tinggal 20 hari lagi. Apalagi, PKB berstatus sebagai pemenang Pemilu dengan 27 kursi DPRD Jatim hasil Pileg 2024. Jumlah kursi itu membuat PKB bisa mengusung calon sekalipun tanpa koalisi. 

"Kalau menyangkut figur, kami punya nama KH Marzuki Mustamar yang merupakan Ketua PWNU Jatim yang lalu dan Ketua DPW PKB Jatim Gus Halim Iskandar. Tokoh ini berpeluang," kata Fauzan saat menjadi pembicara di acara Mata Lokal Jawa Timur (MLJ) bertajuk 'Jelang Pendaftaran Pilgub Jatim 2024, Siapa Penantang Kuat Khofifah?' di Studio TribunJatim Network, Rabu (7/8/2024). 

Dalam acara tersebut juga hadir sejumlah pembicara lain. Yakni, Ony Setiawan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Harun Al-Rasyid selaku Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Golkar Jatim dan dipandu oleh Mujib Anwar, Manajer Editor Online TribunJatim Kompas Gramedia. Dalam penjelasan Fauzan, meskipun punya golden ticket untuk mengusung paslon, namun PKB tetap akan berkoalisi. 

Baca juga: Respon Santai Eri Cahyadi Soal Potensi Lawan Bumbung Kosong saat Pilkada Surabaya 2024

Sebab, hingga saat ini komunikasi lintas parpol terjalin dengan PDI Perjuangan dan NasDem. Sama dengan PKB, dua partai ini juga belum menentukan pilihan. Dari komunikasi tersebut, memang berpeluang untuk memunculkan calon tandingan Khofifah-Emil. Namun siapa calon dimaksud, Fauzan masih menyimpan rapat. 

PKB tak merasa gentar, kendati harus melawan petahana yang saat ini diusung koalisi gemuk dengan gabungan 7 parpol. Yakni Gerindra, Golkar, Demokrat, PKS, PAN, PPP dan PSI. Ada sejumlah alasan mengapa PKB tetap percaya diri. Salah satunya PKB berkaca dari hasil sejumlah survei yang memotret Pilgub Jatim. 

Bahwa ada kecenderungan masyarakat menginginkan ada dua pasang calon atau bahkan lebih pada Pilgub Jatim mendatang. Disisi lain, adalah potret tingkat kepuasan terhadap petahana yang dinilai masih belum optimal.

Menurut Fauzan, PKB membaca hasil survei itu sebagai peluang untuk menyodorkan calon untuk bertarung dengan petahana. Bahkan, Fauzan berseloroh bahwa kemunculan penantang juga sebetulnya juga diinginkan oleh kubu pengusung petahana. 

Baca juga: PDIP Kerucutkan 2 Nama untuk Maju Pilgub Jatim 2024, Potensi Diumumkan Minggu Pertama Agustus

Hanya saja, Fauzan menegaskan PKB tidak mau gegabah. Sebab tidak boleh hanya asal mengusung melainkan juga berhitung untuk menang. Baginya memunculkan calon di menit akhir tak jadi soal malah bisa jadi positif secara politik lantaran publik akan terus bertanya dan menunggu calon yang akan diusung oleh PKB dengan koalisinya. "Dengan begitu, kami akan siapkan kejutan," ucap Fauzan yang juga Ketua Fraksi PKB DPRD Jatim. 

Sementara itu, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Ony Setiawan sepakat bahwa jika dilihat dari hasil survei, masih ada peluang untuk mengejar petahana. Terlebih masih ada waktu sekitar tiga bulan sebelum hari coblosan 27 November 2024. Apalagi, PDIP dari berbagai pembahasan mengerucut pada nama Menteri Sosial Tri Rismaharini (Risma), Budi Sulistiyono alias Kanang yang merupakan anggota DPR RI terpilih. 

Menurut Ony, pasti akan berkoalisi mengingat jumlah kursi mereka belum cukup untuk mengusung calon sendiri. Saat ini pembicaraan terkait itu terus berlangsung di tingkat pusat. Ony pun membantah jika belum munculnya calon dari PDIP lantaran tarik ulur antar partai yang akan berkoalisi. Namun, dia memastikan begitu ada perintah, kader PDIP akan langsung bergerak. 

"Konteks Pilgub kita tidak akan terburu-buru," jelas Ony yang juga anggota DPRD Jatim terpilih dapil Bojonegoro-Tuban

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved