Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Demi Bisa Makan, 2 Bocah Yatim Rela Ngamen Bareng Ibunya, Putus Sekolah karena Tak Ada Biaya

Kisah dua bocah yatim yang rela ngamen bareng ibunya demi mencari sesuap nasi jadi sorotan.

Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
TikTok/ariefcamra
Dua bocah diajak ibunya ngamen di Jombang, Jawa Timur 

@ris***: Alhamdulillah semoga kelak menjadi anak yg membanggakan ibunya,sukses dunia akhirat. dibalik ujian ini Allah merencanakan yg terindah buat kalian,sukses buat anak2 ini

@sul**: Alhamdulillaaah bisa melanjutkan sekolah...do'akan mbah ya de...klo ada rejeki lebih insya allah mbah kunjungi ade ke PANTI nya pak Arif Camra.

@hai***: seratus orang saja yg seperti bapak di negara ini bakal tdk ada orang yg terlantar

Hal serupa juga terjadi saat Dedi Mulyadi membuat acara Kang Dedi Mulyadi Menyapa Jawa Barat Istimewa di Alun-alun Ciamis, Selasa (13/8/2024) malam.

Di sana, Dedi Mulyadi bertemu seorang pemulung dan anaknya yang berusia enam tahun dibawa bekerja di jalanan cari rongsokan.

Melihat hal ini, Dedi Mulyadi prihatin masih banyak anak di bawah umur dieksploitasi menjadi alat untuk mendapat belas kasihan.

Diketahui, Kang Dedi Mulyadi (KDM) bertemu seorang pemulung, Udin, yang menggendong anak perempuannya di acara tersebut.

Sang anak yang terbiasa ikut ayahnya memulung ini memiliki tubuh kecil seperti kurang gizi. 

Udin memiliki enam orang anak, sedangkan istrinya bekerja di pabrik roti daerah Tasikmalaya.

Sang istri bernama Dini kini mengontrak dekat tempat kerjanya dengan anak yang lain.

"Kalau yang ini inginnya sama saya terus, enggak mau sama ibunya, jadi suka dibawa ngerongsok," ucap Udin.

Pada kesempatan itu pun, KDM memberikan bantuan berupa uang sewa kontrakan, susu, makanan bergizi, dan bekal untuk anak Udin selama setahun ke depan.

Ia juga meminta Udin tak lagi membawa anaknya hidup di jalanan.

"Mulai saat ini ubah kehidupan, kalau begini terus, kasihan anaknya ke depan. Saya juga akan memasukkan anak bapak untuk sekolah," ucapnya.

Dedi Mulyadi mengaku miris dengan masih banyaknya anak-anak yang dibawa ke jalan untuk mencari rongsokan.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved