Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Surabaya

Mahasiswa KKN UM Surabaya Permudah Pemilahan Sampah Warga Kenjeran dengan Smart Trash

Pemilahan sampah masih sulit dilakukan masyarakat, khususnya di lokasi wisata yang banyak didatangi pedagang keliling.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Samsul Arifin
TribunJatim.com/Sulvi Sofiana
Mahasiswa UM Surabaya menunjukkan Smart Trash yang merupakan Teknologi Tepat Guna dari KKN 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Sulvi Sofiana

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemilahan sampah masih sulit dilakukan masyarakat, khususnya di lokasi wisata yang banyak didatangi pedagang keliling.

Seperti di area Kenjeran yang meskipun sudah disediakan tempat sampah berdasarkan kriteria organik dan anorganik, belum dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.

Melihat kondisi ini, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya membuat Smart Trash saat menjalani KKN di wilayah Kenjeran.

Pasalnya di wilayah tersebut banyak pedagang yang tidak membuang sampah sesuai kategorinya yang mengakibatkan sampah tidak bisa langsung didaur ulang bahkan menimbulkan bau tidak sedap.

Abdul Revandi, ketua tim pembuat Smart Trash mengungkapkan inovasi kelompoknya ini merupakan teknologi yang memanfaatkan sensor untuk memilah sampah berdasarkan jenisnya.

Mulai dari sampah logam, sampah anorganik dan sampah organik.

"Jadi saat sampah dibuang akan tertahan di bahan penutupnya untuk kemudian disensor masuk kategori sampah yang mana. Dan setelah itu akan dibuang berdasarkan kategorinya,"ungkapnya saat mengikuti Pameran KKN, Kamis (29/8/2024).

Abdul berharap karya kelompoknya tersebut bisa menjadi pembiasaan warga untuk memilah sampah. Sehingga bisa meningkatkan kualitas lingkungannya.

Baca juga: Sosok Mahasiswa KKN UINSA yang Tewas Tergulung Ombak di Jember Dikenal Ramah, Satu Kampung Nangis

Sementara itu, Rektor UM Surabaya, Sukadiono mengungkapkan banyak karya hasil KKN mahasiswa yang bisa ditindak lanjuti dan diimplementasikan di masyarakat sehingga banyak manfaatnya.

"Seperti pemanfaatan limbah hingga menjadi produk pangan, atau limbah diubah jadi pupuk. Ini sirkulasi yang bagus, apa yang sudah ada di lingkungan di manfaatkan lagi,"ungkapnya.

Baca juga: Niat Liburan KKN Berubah Petaka, Mahasiswa UINSA Surabaya Tewas Tenggelam di Pantai Payangan Jember

Kebermanfaatan hasil karya mahasiswa ini dikatakan Suko akan lanjutkan hingga memiliki Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Pasalnya inovasi tersebut merupakan buah pemikiran mahasiswa yang patut di apresiasi.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved