Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Tubuh Wanita ini Hangus, Panik Padamkan Api Sampah yang Menjalar ke Kebun Tebu Orang Lain

Wanita berinisial ES (45) itu akhirnya ditemukan meninggal dunia di lahan tebu di Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Kamis (26/9/2024).

Editor: Torik Aqua
istimewa
Ilustrasi kebakaran - Tubuh wanita ini hangus saat panik padamkan api sampah yang menjalar ke kebun tebu warga 

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Seorang wanita di Lumajang tubuhnya hangus terbakar setelah berusaha memadamkan api di lahan tebu.

Wanita berinisial ES (45) itu akhirnya ditemukan meninggal dunia di lahan tebu di Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, Kamis (26/9/2024).

Kapolsek Tempeh, Iptu Syamsul Arifin memberikan kronologi terkait kejadian tersebut.

Ternyata peristiwa berawal saat korban membersihkan sampah berupa daun dan ranting kering.

Sampah itu berada di lahan sengon miliknya.

Baca juga: Emak Situbondo Lupa Matikan Kompor Gas, Dapur Rumah dan Lumbung Ludes Terbakar, Segini Kerugiannya

Diketahui lahan pohon sengon milik korban baru saja dipanen.

Menurut informasi dari lokasi kejadian perkara, korban kemudian membakar sampah di lahannya tersebut.

Kobaran api tak disangka meluas hingga lahan tebu milik warga bernama Abah Tohar

"Api ternyata semakin membesar kemudian api menyambar lahan tebu milik Abah Tohar sebelah lahan milik korban yang telah dibersihkan. Kemudian korban berusaha memadamkan api yang membakar lahan tebu namun korban ikut terbakar," ujar Syamsul ketika dikonfirmasi.

Baca juga: Kebakaran Rumah di Surabaya, Seorang Wanita Sempat Terjebak, Selamat Berkat Aksi Heroik Pemadam

Dari kejauhan, suami dari korban yakni Ariyanto melihat kobaran api yang besar dari arah lahan miliknya. Ariyanto bersama warga kemudian berupaya menyelamatkan korban.

 Namun nahas, korban yang merupakan warga Pasirian Lumajang telah ditemukan tak bernyawa.

"Ditemukan isterinya sudah meninggal dunia di tengah lahan tebu yang terbakar. Korban dievakuasi menuju RSUD dr Haryoto Lumajang," katanya.

Sementara itu, pihak keluarga menolak dilakukan otopsi. Korban kemudian langsung dikebumikan di pemakaman umum desa setempat.

"Pihak keluarga tidak bersedia dilakukan pemeriksaan otopsi. Dam dibuatkan surat pernyataan," jelas Kapolsek. 

Sementara itu, kasus kebakaran berujung maut juga pernah terjadi di Jakarta Timur.

Nasib tiga bayi terjebak di dalam kamar ditemukan dalam kondisi meninggal akibat kebakaran rumah.

Mereka terpanggang di dalam kamar yang terkunci di Jalan Bumiputra Putra Ujung RT 5 RW 18, Kelurahan Cipinang, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat (20/9/2024).

Tiga balita itu meninggal dunia saat kebakaran menghanguskan 17 rumah.

Balita itu berinisial K (4), R (3), dan A (1).

Baca juga: Kebakaran Rumah di Kota Malang saat Keluarga sedang Bersantai, Diduga Akibat Korsleting Kabel Cas

Saksi mata, Saiful (34), mengungkapkan ketiga balita itu tewas setelah terjebak bersamaan di dalam satu rumah.

Warga sempat berupaya melakukan evakusi kepada para korban.

Namun, karena situasi kebakaran yang tidak memungkinkan akhirnya belum berhasil.

“Sempat warga mau evakuasi itu tiga anak, tapi tembok rumah ada yang rubuh dan petugas Damkar bilang jangan mendekat, udah tidak ketolong akhirnya,” ujar Saiful.

Sementara itu, Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, Nyaman mengatakan pihaknya telah melakukan evakuasi tiga balita tewas terbakar tersebut.

“Sudah kami evakuasi ketiga jenazah tersebut, kami masukan langsung ke kantung jenazah,” katanya.

Lokasi kebakaran di Cipinang Baru Budar No. 26 Rt. 005/018 Kelurahan Cipinang Kecamatan Pulogadung Jakarta Timur, Jumat (20/9/2024).

Ketiga balita di Pulogadung, Jakarta Timur, tewas setelah terjebak bersamaan di dalam satu rumah saat kebakaran.

Sementara itu, Kapolsek Pulogadung Kompol Suroto menyampaikan, pihaknya telah meminta keterangan dari empat orang saksi yaitu DM, YY, J, dan MDB.

“Kebakaran berawal dari saksi III melihat api muncul dari lantai 2, kemudian saksi III langsung berlari ke dalam."

 "Namun api sudah mulai membesar ingin menyelamatkan cucunya yang berada di dalam kamar namun tidak sempat."

"Kemudian saksi III memberitahu saksi I (ibu) yang pada saat kejadian menunggu anaknya pulang sekolah di SDN 03 Cipinang,” papar Suroto, Jumat.

Lalu, dari keterangan saksi I, pada saat meninggalkan anak-anaknya di dalam kamar, pintu dalam keadaan dikunci agar anak-anaknya tidak keluar.

“Saksi mengaku takut anak-anaknya terjatuh dari lantai 2 dikarenakan rumah dalam keadaan kosong."

 "Keterangan saksi I bahwa hanya kipas angin yang menyala dan belum dapat dipastikan penyebab kebakaran,” jelas Suroto.

Setelah api semakin membesar, saksi III memberi tahu saksi lain untuk membantu memadamkan kebakaran atau api yang sudah menjalar ke rumah warga lainnya dan menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Tidak lama petugas kebakaran datang ke TKP untuk melakukan pemadaman.

Api berhasil dipadamkan sekira 1 jam, dan selanjutnya dilakukan pendinginan.

“Saat dilakukan pencarian korban yang terkunci di dalam kamar dan benar terdapat tiga korban anak-anak yang sudah meninggal dunia."

"Kemudian petugas memanggil orang tua yaitu saksi I dan saksi II untuk memastikan anak dari saksi I dan saksi II."

"Dan orang tua saksi I dan saksi II membenarkan yang meninggal dunia anaknya,” terang Suroto.

Diduga dipicu Korsleting Listrik

Kebakaran disebut terjadi pada pukul 09.43 WIB di mana rumah tersebut berada di pemukiman padat penduduk.

Sebanyak 10 unit mobil pemadam dikerahkan untuk memadamkan kobaran api. 

Terdapat 50 personel yang turun langsung memadamkan api hingga api dinyatakan padam pada pukul 11.52 WIB.

"Pengerahan unit 10 dan 50 personel," kata Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, Jumat.

Ia mengatakan, penyebab kebakaran diduga karena arus pendek atau korsleting listrik.

“Namun penyebab pasti kebakaran masih didalami polisi."

"Untuk total kerugian belum dapat ditaksir,” jelasnya.

17 Rumah Terbakar di Cipinang
 
Sebanyak 17 rumah ludes terbakar di Jalan Cipinang Bunder, RT 05 RW 18 Kelurahan Cipinang, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Jumat.

Tiga balita tewas dan 90 jiwa kehilangan tempat tinggal akibat kebakaran ini.

"Ada 17 rumah, dan 32 KK, dan yang menjadi korban adalah 90 jiwa," kata Lurah Cipinang, Watini, di lokasi, Jumat, dikutip dari TribunJakarta.com.

"Ada korban jiwa yang meninggal memang ada tiga balita yang meninggal," lanjutnya.

Ketiga kakak beradik itu diduga terjatuh dari lantai dua rumah ketika kebakaran terjadi.

Mereka tertimpa puing-puing rumah yang terbakar.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, AKBP Armunantho Hutahaean, mengatakan ketiga balita itu sudah teridentifikasi sesaat setelah kebakaran.

Jenazah korban lalu dibawa ke RS Polri Kramatjati guna diautopsi.

"Sementara sekarang untuk korban meninggal dunia teridentifikasi ada tiga orang, sudah kami bawa ke RS Polri Kramatjati untuk keperluan autopsi," jelas Armunantho.

 

Baca juga: Rumah Kosong Terbakar di Kota Malang saat Dini Hari, Api Berasal dari Aktivitas Bakar Sampah

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved