Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Nyali Ciut Begal Kepergok Habisi Nyawa Iwan yang sedang Jemput Anak, Kabur 10 Hari Ending Maut

Sugandi merupakan satu dari tiga pelaku begal yang membuat seorang ayah bernama Iwan Irawan (58) meninggal luka di kepala saat menjemput putrinya.

Editor: Torik Aqua
via kompas.tv
Ilustrasi garis polisi- Nyali ciut begal saat aksinya kepergok warga 

Pelaku yang tertangkap diketahui bernama Irfan Kurniawan (37) warga Kelurahan Sawah Lama, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Kota Bandar Lampung.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku Irfan berpura-pura menjadi penumpang ojek online.

Pelaku sempat menodong korban, driver ojek online pakai senjata tajam dengan tujuan untuk merampok motor.

Namun upaya pelaku perampokan tersebut gagal setelah korban melakukan perlawanan.

Korban langsung menjatuhkan sepeda motornya ketika pelaku menodongkan sajam.

Lantas korban berusaha menyelamatkan diri sembari teriak meminta pertolongan kepada warga.

Pelaku percobaan perampokan ini juga melarikan diri yang akhirnya berhasil tertangkap.

Kini Ifan Kurniawan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan mendekam di sel tahanan Polsek Tanjungkarang Timur.

Penjelasan korban

Seorang driver ojek online (ojol) membagikan cerita menegangkan saat dirampok oleh penumpangnya.

Momen menegangkan itu dialami oleh driver ojol saat mengantar penumpang di Bandar Lampung.

Penumpang driver ojol itu justru mengeluarkan golok untuk merampoknya.

Rizki Hidayat (24) masih merasakan sensasi tajamnya golok pelaku pembegalan Irfan Kurniawan (37) di lehernya.

Golok milik pelaku sempat menggores dan meninggalkan luka yang cukup dalam ketika Rizki dibegal pada Sabtu (5/10/2024) sekitar pukul 19.30 WIB.

"(Goloknya) nekan ke leher, ini udah diobatin setelah kejadian kemarin," kata Rizki saat ditemui di Mapolsek Tanjung Karang Timur, Senin (7/10/2024), dikutip dari Kompas.com.

Rizki mengaku tidak menyangka akan mengalami peristiwa semenyeramkan itu.

Adapun sebelum peristiwa terjadi, pelaku naik di Kecamatan Panjang dengan tujuan Kecamatan Kedamaian.

Rizki mengatakan, ketika menjemput wajah dan nama pelaku berbeda dengan akun di aplikasi.

"Dia kayaknya minta dipesanin, nama sama mukanya beda," ucap dia.

Selama perjalanan, Rizki mengaku gelagat pelaku tidak mencurigakan, bahkan keduanya berbincang.

Akan tetapi, ketika melintas di Jalan Yasir Hadibroto, pelaku tampak gelisah dan menaruh tas di pangkuannya.

Gelagat pelaku terpantau oleh korban dari kaca spion sebelah kanan.

"Dia langsung ngeluarin golok terus ditempel ke leher saya. Dia sempat bilang, maaf ya mas, tapi nggak tau maksudnya apa bilang maaf itu," kata Rizki. 

Merasa nyawanya terancam, tanpa pikir panjang Rizki langsung banting setir hingga terjatuh ke tepi jalan. 

Saat terjatuh, kunci kontak dia cabut agar sepeda motornya tidak diambil dan dibawa kabur. 

Setelah itu, Rizki pun teriak minta pertolongan.

Untungnya warga mendengar suara teriakannya tersebut.

"Saya teriak minta tolong, untung kedengaran sama warga. Si pelaku kabur ke arah rumah warga," ucap dia.

Penjelasan Polisi

Kapolsek Tanjung Karang Timur Komisaris Polisi (Kompol) Kurmen Rubiyanto menerangkan, pelaku terpaksa ditembak karena melawan saat ditangka.

Pelaku bersembunyi di salah satu rumah warga. 

"Pelaku bersembunyi di salah satu rumah warga. Karena membahayakan dengan golok di tangan, terpaksa kami lakukan tindakan tegas terukur," katanya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved