Berita Tulungagung
Kejari Tulungagung Terima Pelimpahan Tersangka Kasus Peredaran Sabu Jaringan Lapas
Kejari Tulungagung menerima pelimpahan 2 tersangka kasus sabu-sabu, laki-laki dan perempuan, EY serta RF, Kamis (7/11/2024)
Penulis: David Yohanes | Editor: Samsul Arifin
Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, David Yohanes
TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung menerima pelimpahan 2 tersangka kasus sabu-sabu, laki-laki dan perempuan, EY serta RF, Kamis (7/11/2024) kemarin.
Keduanya diduga bagian dari jaringan peredaran sabu-sabu di wilayah Tulungagung, yang dikendalikan dari dalam Lapas di luar kota.
Sebelumnya EY dan RF ditangkap oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur di wilayah Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru pada 11 Juli 2024 silam.
Keduanya sempat menjalani penyidikan sebelum akhirnya perkaranya dilimpahkan ke Kejari Tulungagung, sesuai lokasi penangkapan.
Proses pelimpahan tersangka dan barang bukti ini juga didampingi oleh Jaksa dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.
Baca juga: Pamit Berangkat Ngaji, Remaja di Tulungagung Tak Pulang-pulang, Sepeda di Sawah Kuak Kondisinya
“Mereka bukan suami istri karena masing-masing sudah punya pasangan. Namun mereka ditangkap bersamaan,” jelas Kasi Intelijen Kejari Tulungagung, Amri Rahmanto Sayekti.
Amri menambahkan, keduanya berperan sebagai kurir penerima barang, menyimpan dan mendistribusikan.
Mereka bergerak atas perintah dari seorang bandar yang disebut ada di dalam Lapas.
Baca juga: Berkas Tersangka Korupsi Desa Batangsaren Tulungagung Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya
Sebelumnya mereka lebih dulu mendapat kiriman sabu-sabu dengan cara diranjau.
“Jadi sabu-sabu kiriman itu diletakkan di tempat tersembunyi. Kemudian mereka diberi tahu lokasinya supaya diambil,” sambung Amri.
Sabu-sabu yang mereka dapatkan kemudian dipecah-pecah dalam paket yang lebih kecil.
Baca juga: Berkas Tersangka Korupsi Desa Batangsaren Tulungagung Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya
Sabu-sabu itu lalu disimpan di sejumlah tempat persembunyian.
Cara menjual pun dengan diranjau, paket diletakkan di tempat tersembunyi dan pembeli diminta mengambil di lokasi persembunyian.
“Ada sejumlah barang bukti sabu-sabu yang disita dari keduanya. Selain itu ada Ponsel yang dipakai untuk berkomunikasi dengan bandar,” ungkap Amri.
Menyusul Kades Suratman, Pemilik Apotek Jadi Tersangka Dugaan Korupsi di Desa Tambakrejo Tulungagung |
![]() |
---|
Gerakan Cabut Paku Warnai Peringatan HUT ke-57 SMA Katolik Tulungagung |
![]() |
---|
Damri Buka Suara Terkait Pengurangan Armada Trayek Tulungagung-Ponorogo dan Potensi Trayek Baru |
![]() |
---|
Pohon Kawasan Hutan di Selatan Tulungagung Sengaja Dimatikan untuk Pertanian, Lahan Diperjualbelikan |
![]() |
---|
Rencana Pembangunan TPST Tulungagung di Dekat Pasar Hewan Terkendala Anggaran |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.