Berita Malang

Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan, Pemkab Malang Launching Kios Pangan di Tajinan

Pemerintah Daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang melaunching Kios Pangan di Gapoktan Karya Mandiri Kecamatan Tajinan, Selasa (12/11/

Tayang:
Penulis: Luluul Isnainiyah | Editor: Ndaru Wijayanto
Pemkab Malang
Plt. Bupati Malang, Didik Gatot Subroto melaunching Kios Pangan di Desa/Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang, kemarin Selasa (12/11/202) 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Lu'lu'ul Isnainiyah

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pemerintah Daerah melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang melaunching Kios Pangan di Gapoktan Karya Mandiri Kecamatan Tajinan, Selasa (12/11/2024). Kios Pangan yang dilaunching ini sebagai bentuk stabilisasi pasokan dan harga pangan.

Peresimian ini dilakukan oleh Plt. Bupati Malang, Didik Gatot Subroto yang ditandai dengan menggunting untaian sayuran sebagai tanda bahwa kios pangan resmi dibuka.

“Kios pangan ini sebagai upaya untuk membangun sinergi stabilisasi pasokan dan harga pangan untuk menjaga inflasi tetap terkendali,” kata Didik.

Didik menjelaskan, kios pangan yang dilaunching ini merupakan yang pertama ada di Kabupaten Malang. Tak hanya berhenti di sini, ia menargetkan akan ada 33 kios pangan segera didirikan di Kabupaten Malang.

Jika kios pangan ini masif dan tersebar di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Malang, maka dapat mendekatkan antara petani, distributor, dan konsumen.

“Target kami ini bagaimana petani harganya bisa tetap stabil, kemudian pedangan atau pemanfaat (konsumen) bisa mendapatkan barang bekualitas dengan harga yang stabil,” tandasnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi menambahkan bahwa peresmian kios pangn ini dalam rangka mendukung program pemerintah berdasarkan Surat Keputusan Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapannas Nomor 9 tahun 2024 tentang Petunjuk Teknis Stabilisasi Pasokan dan harga Pangan.

Baca juga: Pasar Murah di Pagelaran Malang Diserbu Warga, Sembako dan Ikan Paling Diminati

“Di sini peran pemerintah daerah adalah melalui intervensi transportasi dari produsen ke kiso pangan. Sehingga diharapkan tidak ada gejolak harga pangan di tingkat konsumen,” imbuh Mahila ketika dikonfirmasi, Rabu (13/11/24).

Ia menjelaskan,sasaran kios pangan yakni toko kelontong yang ada di pemukian maupun pasar. Kemudian toko lain yang menyediakan usaha perdagangan di sektor pangang.

Komoditas pangan yang dijual meliputi beras SPHP atau beras lainnya, minyak goreng, gula pasir, tepung, cabai merah besar, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, telur, dan ayam.

“Untuk penyedianya, kami berkolaborasi dengan petani/peernak/poktan/gapoktan, lalu distributor, BUMD pangan, Perum BULOG, ID Food, dan pelaku usaha pangan lainnya,” bebernya.

Dijelaskan Mahila, sementara ini baru Stokis Karya Mandiri Sejahtera di Kecamatan Tajinan yang baru diresmikan dengan 33 kios pangan. 

Sementara, anggaran pendirian kios pangan berupa intervensi transport dari produsen ke konsumen bersumber dari dana CSR Kanto Perwakilan Bank Indonesia.

“Untuk selanjutnya, anggaran intenensi kios pangan tahun anggaran 2025 sudah kami ajukan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD),” tukasnya

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved