Berita Viral
Klub Malam Ivan Sugianto Terancam Tutup? sang Pengusaha Kini Disoraki Tahanan Lain Agar Menggonggong
Bisnis klub malam Ivan Sugianto, pengusaha Surabaya yang suruh siswa sujud dan menggonggong kini terancam.
Penulis: Ani Susanti | Editor: Mujib Anwar
TRIBUNJATIM.COM - Bisnis klub malam Ivan Sugianto, pengusaha Surabaya yang suruh siswa sujud dan menggonggong kini terancam.
Bisnis Ivan Sugianto terseret setelah sang pengusaha menjadi tersangka.
Kini, rekening Ivan Sugianto diblokir Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
Dikatakan bahwa PPATK juga memblokir beberapa rekening yang terafiliasi dengan klub malam Valhalla Spectaclub.
Rupanya, tindakan ini diambil terkait dugaan pencucian uang dan aktivitas transaksi mencurigakan.
Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana, mengonfirmasi pemblokiran rekening tersebut.
"Ya, rekening dia kami blokir," ujarnya dalam keterangan kepada media.
Belakangan memang banyak dikulik soal bisnis yang digeluti Ivan Sugianto.
Di antaranya klub malam dan gadget.
Lalu juga beredar informasi kontak Ivan Sugianto
Dalam informasi kontak tersebut, nama Ivan disebut-sebut punya banyak profesi, di antaranya pengacara.
Bukan hanya itu, Ivan juga menuliskan profesi lainnya di media sosial Instagram yaitu politikus.
Baca juga: BREAKING NEWS: Pengusaha Paksa Siswa Sujud dan Menggonggong Jadi Tersangka, Diciduk Polisi di Juanda
Perihal banyaknya profesi yang dimilikinya, pihak Ivan masih belum memberikan klarifikasi terkait hal tersebut.
Sementara itu, Ivan Sugianto telah ditangkap oleh Polrestabes Surabaya di Bandara Juanda saat baru tiba dari Jakarta pada Kamis (14/11/2024).
Penangkapan ini terjadi setelah video yang menunjukkan dirinya mengintimidasi seorang siswa SMA Kristen Gloria 2 Surabaya viral di media sosial.
Dalam video tersebut, Ivan terlihat memaksa siswa bernama EV untuk sujud dan menggonggong.
Ivan Sugianto telah ditetapkan sebagai tersangka dengan Pasal 80 ayat 1 Undang-Undang RI No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan Pasal 335 KUHP.
Ancaman hukuman yang dihadapi adalah maksimal tiga tahun penjara.
Baca juga: Apa Itu Poodle Anjing Pudel? Alasan Pengusaha Paksa Siswa Sujud & Menggonggong, Kini Jadi Tersangka
Sebelumnya dalam sebuah rekaman video, Ivan meminta maaf kepada masyarakat Indonesia atas perilakunya yang dianggap arogan.
"Saya benar-benar menyesal atas perbuatan saya," ungkapnya.
Ia juga menyatakan niatnya untuk menyerahkan diri ke pihak kepolisian.
Satreskrim Polrestabes Surabaya telah memeriksa 11 saksi dalam kasus ini.
Kepala Bidang Humas Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto, menegaskan bahwa penangkapan Ivan dilakukan setelah terbang dari Jakarta.
"Rekan-rekan juga sudah tahu bahwa yang bersangkutan ditangkap saat datang dari Jakarta," jelas Dirmanto.
PPATK terus menyelidiki aliran transaksi mencurigakan yang terdeteksi pada rekening Ivan dan pihak-pihak terkait.
Tindakan ini merupakan langkah penting dalam memberantas praktik judi online dan pencucian uang di Indonesia.
Disoraki Tahanan Lain
Melansir dari Tribunnews, Ivan Sugianto disoraki oleh para tahahan ketika digiring ke Ruang Tahanan Negara di Gedung Anindita Polrestabes Surabaya, Kamis (14/11/2024).
Sebelum digiring ke ruang tahanan, Ivan diperiksa dulu di Gedung Unit PPK dan Jatanras Polrestabes Surabaya selama berjam-jam.
Dia tampak mengenakan baju tahanan berwarna oranye.
Setelah pemeriksaan selama berjam-jam itu selesai, Ivan digiring ke Gedung Anindita.
Tangannya diborgol dan dia berjalan tanpa alas kaki. Wajahnya ditutupi dengan masker.
Segera setelah penyidik menggiring Ivan ke ruang tahanan, Ivan menerima sambutan berupa sorakan puluhan tahanan.
Sorakan tersebut juga terdengar di halaman Gedung Anindita.
"Ivan Sugianto, sujud.. sujud sujud," demikian bunyi sorakan itu.
"Ayo gonggong, gonggong, gonggong..."
Orang tua Korban Ketakutan
Di sisi lain, orang tua siswa SMA Gloria 2 yang dipaksa sujud dan menggonggong, Wandharto dan Ira Maria mengaku masih ketakutan hingga saat ini.
Dikatakan Wandharto, ketakutan ini karena dalam proses upaya damai yang dilakukan ia harus bertemu banyak pihak termasuk orang tua siswa SMA Cita Hati, IV (Ivan Sugianto) yang memiliki latar belakang pengusaha dengan jejaring yang kuat.
"Kita nggak tahu harus kemana, waktu perdamaian itu terjadi kami masih bingung. Kami tidak pernah terlibat urusan kepolisian jadi nggak tau harus kemana. Yang jelas ada rasa ketakutan, kami tidak tahu siapa orang tua AL. Tapi lewat media kami tahu background orang tuanya, kami ya takut, jadi butuh dukungan juga. Nggak tau harus bagaimana,"ungkapnya.
Selain itu, Wandharto dan Ira harus menerima anaknya mendapat hukuman skorsing tiga hari atau SP 1 dengan alasan telah melakukan hal di luar kesopanan dan etika dari yang diajarkan sekolah
"Sebenarnya keberatan karena kenapa cuma anak kami, tapi ya kami menerima dengan lapang dada semoga kasus ini segera selesai,"ungkapnya.
Sementara itu, Ira menjelaskan, konflik itu terjadi usai anaknya yang berinisial EV mengomentari gaya rambul siswa Cita Hati yang berinisial AL seperti pudel (ras anjing). Dan hal ini menjadi lelucon antar teman-temannya.
"Mereka bertemu di pertandingan, tapi tidak pernah ada interaksi langsung anak saya mengatakan secara langsung anjing, atau sebutan pudel,"ujarnya.
Baca juga: Gurita Bisnis Ivan Pengusaha Surabaya yang Jadi Tersangka karena Suruh Siswa Sujud dan Menggonggong
Kemudian sebelum kejadian video viral tersebut, AL mengirim pesan pada EV untuk membuat video permintaan maaf dan menulis permintaan maaf dengan tanda tangan bermaterai.
"Karena EV tidak paham apa materai dan lainnya, EV bercerita pada kami oranoʻg tuanya. Maka saya melarang anak saya untuk merespon. Karena menurut saya mereka masih di bawah umur dan belum dewasa secara hukum,"lanjutnya.
Kemudian di tanggal 21 Oktober, EV mendapat pesan ancaman dari AL. Pesan tersebut berisi jika AL akan mendatangi EV di sekolah atau di rumah, dan dalam pesan juga menyebutkan nama kedua orang tua.
"Dan pada waktu itu saya menjemput EV, saya panik juga memudian saya melihat di luar sekolah ada AL dan beberapa orang tua dewasa berbaju bebas. Saya berinisiatif mendekati mereka dan tanya ada masalah apa, dan salah satunya mengaku sepupu AL. Di situ saya berusaha menjelaskan kalau anak saya tidak pernah melontarkan ejekan langsung dan sudah minta maaf lewat chat,"ungkapnya.
Karena tidak terima, AL kemudian menelfon papanya. Sementara Ira kemudian menelfon suaminya untuk bertemu dengan papanya AL.
Namun,saat datang, papanya AL atau IV meminta agar EV sujud dan menggonggong. Hal ini yang kemudian viral di video, sebelum pihak keamanan meminta permasalahan diselesaikan di dalam sekolah.
"Kemudian kami diajak pihak sekolah bertemu di dalam sekolah. Dan dalam pertemuan itu tidak terjadi kata damai, dan sekali lagi anak saya diminta sujud dan menggonggong. Itu disaksikan orang-orang di ruangan itu, hati saya terluka dan sakit, saya merasa gagal menjadi orang tua dan saya pingsan,"ungkapnya.
Baca juga: Ivan Pengusaha Surabaya Nangis Buat Keluarga Malu Imbas Paksa Siswa Sujud Menggonggong: Ampuni Saya
Setelah pingsan, Ira kemudian dibawa ke rumah sakit dan pihak IV kembali mengajak bertemu. Dan ditolak oleh keluarga EV.
Namun, saat malamnya, seseorang mendatangi rumah Ira dan membujuk agar dilakukan pertemuan sesuai dengan lokasi yang ditentukan. Atau pihak IV akan datang ke rumah Ira.
"Saya takut, karena kalau kami tidak mau datang ke tempat yang ditentukan, mereka yang akan datang ke rumah ini, dan bahkan orang utusan itu meyakini kami agar jangan takut, berarti mereka sudah tahu kalau kami takut," terangnya.
Perdamaian kedua belah pihak tersebut dilakukan secara tertulis di mana dalam surat pernyataan tersebut, IV meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan oleh anaknya. Selain itu juga dilakukan permintaan maaf secara lisan sambil di rekam.
"Kami tidak diberikan salinannya itu, dan kami disini sangat kecewa di mana IV yang sebelumnya mengatakan video itu hanya digunakan sebagai koleksi pribadi, tapi disebarluaskan. Bahkan dia menyebut bahwa dirinya seolah olah sebagai korban," pungkasnya.
Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com
klub malam Ivan Sugianto
suruh siswa sujud dan menggonggong
Ivan Sugianto
ViralLokal
SMA Kristen Gloria 2 Surabaya
viral di media sosial
TribunJatim.com
Tribun Jatim
Respons BGN Terkait Tempat Makan MBG Diduga Mengandung Minyak Babi & Pakai Bahan Berbahaya |
![]() |
---|
Mantan Pimpinan KPK Duga Noel Ebenezer Dilaporkan Orang Dekat: Ruangan Kawan Disadap |
![]() |
---|
Modus Pinjam Sebentar Bikin Motor Wanita ini Raib di Tangan Kenalannya, Sempat Memaksa |
![]() |
---|
Kasihan usai Dimintai Tolong Sambil Memelas, Pria ini Malah Jadi Korban Begal |
![]() |
---|
Gaya Hidup Perkotaan Bikin Warga Jombang Banyak yang Menjadi Janda, Pengadilan Agama: Kompleks |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.