Berita Madiun

Banjir Melanda Kota Madiun, Genangi Puluhan Rumah Warga dan Jalan Penghubung Daerah

Puluhan warga di Jalan Pilang Muda, Kelurahan Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, mengeluarkan air yang merendam sejumlah perabotan

Tayang:
Penulis: Febrianto Ramadani | Editor: Sudarma Adi
TRIBUNJATIM.COM/FEBRIANTO RAMADANI
Pengendara sepeda motor nekat menerabas banjir, yang merendam jalan penghubung Kota dan Kabupaten Madiun, tepatnya Jalan Pilang Muda Kelurahan Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Senin pagi (18/11/2024). 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Febrianto Ramadani

TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Puluhan warga di Jalan Pilang Muda, Kelurahan Pilangbango, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, mengeluarkan air yang merendam sejumlah perabotan rumah tangga, Senin pagi (18/11/2024).

Selain di Jalan Pilang Muda, banjir juga menggenangi kawasan pemukiman warga di Jalan Tawang Sakti, Kecamatan Kartoharjo.

Seorang Warga Jalan Pilang Muda Yati (60) menuturkan, hujan deras mengguyur pada Minggu (17/11/2024), sekitar pukul 18.30 WIB.

“Air masuk rumah jam 9 malam. Tinggi air pinggang orang dewasa,” ujar Yati.

Menurutnya, banyak rumah yang kebanjiran dengan ketinggian berbeda beda. Mulai setinggi mata kaki, sampai dengan lutut orang dewasa.

Baca juga: Punya Rekam Jejak Kasus Berat, Belasan Napi Lapas Kelas I Madiun Dipindah ke Nusakambangan

“Semua rumah di sekitar sini sama sama kemasukan air. Sampai sekarang kami kerja bakti,” ucapnya.

Banjir yang terjadi di Jalan Pilang Muda, ternyata membuat jalan penghubung kabupaten kota, jadi terputus.

Sejumlah pengendara sepeda motor dan mobil, nekat melintasi wilayah tersebut. Namun nahas, tak sedikit pengendara sepeda motor yang mogok. Sehingga mereka memilih untuk menepikan kendaraan ke jalan yang kering.

Baca juga: Kronologi Napi Lapas Kelas I Madiun Kasus Narkotika Wafat di Blok Tahanan, Sempat Mengeluh Sakit

Salah Satu Pengendara Sepeda Motor Herianto (45), mengatakan, jalan ini sering dilewati, walaupun dekat dengan Jembatan Kali Piring, dan sering terjadi banjir.

“Saya lihat aliran air tersendat karena tumpukan sampah bambu,jadi titik awal banjirnya disini,” ujar pria asal Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun tersebut.

“Nekat saya lintasi akhirnya kendaraan mogok. Posisi saya perjalanan berangkat kerja ke Kota Madiun. Kalau ambil jalan alternatif jaraknya jauh, lewat sini lebih dekat,” tuntasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved