Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Terpopuler

JATIM TERPOPULER: Rencana Libur Sekolah selama Ramadan - Kiai di Nganjuk Diamankan Imbas Pencabulan

Berita Jatim terpopuler hari ini menyoroti peristiwa terjadi di Jawa Timur seperti Nganjuk dan Kediri.

Editor: Olga Mardianita
TribunJatim.com
Berita Jatim terpopuler hari ini, Kamis (16/1/2025): Rencana Libur Sekolah selama Ramadan - Kiai di Nganjuk Diamankan Imbas Pencabulan 

TRIBUNJATIM.COM - Berikut tersaji berita Jatim terpopuler hari ini, Kamis (16/1/2025).

Segmen berita terpopuler kali ini menyoroti peristiwa terjadi di Nganjuk dan Kediri.

Pertama, rencana libur sekolah selama ramadan menjadi sorotan.

DPRD Jatim pun menanggapi hal tersebut.

Kedua, peredaran sabu di Kabupaten Kediri melonjak.

Dalam setahun terakhir, penyitaan sabu oleh polisi mencapai 831 gram.

Ketiga, kiai di Nganjuk diamankan oleh polisi imbas diduga melakukan pencabulan ke santrinya,

Kejadian ini sudah terjadi sejak Juni 2024.

Selengkapnya, simak berita Jatim terpopuler hari ini di bawah ini.

1. Tanggapi Rencana Libur Sekolah Selama Ramadan, DPRD Jatim Minta Pemerintah Siapkan Format Kegiatan

Komisi E DPRD Jawa Timur berharap rencana libur sekolah selama bulan Ramadan yang diinisiasi pemerintah, diikuti format pelaksanaan yang dipikirkan dengan matang.

Dalam pelaksanaannya nanti, dewan pun berharap ada koordinasi intens antara pihak sekolah dengan orang tua selama masa tersebut.

Sebagai informasi, pemerintah pusat telah menyepakati keputusan mengenai libur siswa sekolah di bulan Ramadan.

Keputusan itu disepakati oleh tiga kementerian, yakni Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri.

Keputusan itu tinggal menunggu edaran. 

"Sebenarnya kami setuju. Tapi, perlu dicarikan format agar anak-anak sekolah ini tidak libur full selama sebulan. Harapannya, bisa berkegiatan keagamaan yang sesuai dengan harapan pemangku kebijakan," kata Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Jairi Irawan saat dikonfirmasi dari Surabaya, Rabu (15/1/2025). 

Sebelum nantinya diuraikan dalam surat edaran, Jairi mengusulkan agar format yang bisa diambil adalah dengan memikirkan betul skema agar para siswa tidak libur full sebulan.

Melainkan disiapkan peningkatan kegiatan keagamaan.

Baca juga: Kata Menteri Agama soal Wacana Libur Sekolah 1 Bulan saat Ramadan, Pernah Diterapkan di Era Gus Dur

Politisi Partai Golkar yang juga Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Jairi Irawan, 2025.
Politisi Partai Golkar yang juga Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim, Jairi Irawan, 2025. (Istimewa/TribunJatim.com)

Dalam pelaksanaannya nanti, para orang tua harus didorong untuk turut mengawasi di rumah. 

"Formatnya mungkin tetap ada ngaji dan semacamnya. Format kegiatan keagamaan harus disiapkan. Butuh koordinasi intens, guru dengan para orang tua agar libur tersebut tidak sia-sia. Sambil kita nunggu surat edaran dari pemerintah," terang Jairi. 

Dikutip dari Tribunnews.com, Mendikdasmen Abdul Muti menjelaskan, keputusan libur sekolah sebulan Ramadan diambil setelah rapat tiga kementerian. 

"Sudah kita bahas tadi malam lintas kementerian, tapi nanti pengumumannya tunggu sampai ada surat edaran bersama Kementerian Pendidikan Dasar Menengah, Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri," ujarnya, Rabu (15/1/2025).

Baca selengkapnya

2. Setahun Terakhir, Peredaran Sabu di Kabupaten Kediri Melonjak Tajam, Penyitaan Capai 831 Gram

Peredaran narkotika jenis sabu-sabu di wilayah Kabupaten Kediri menunjukkan tren peningkatan yang signifikan.

Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, Polres Kediri berhasil menyita total 831,37 gram sabu-sabu selama tahun 2024. Angka ini melonjak drastis dibandingkan tahun 2023, di mana penyitaan hanya mencapai 354,4 gram.  

"Peningkatan peredaran sabu-sabu di tahun 2024 memang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya," ungkap KBO Satresnarkoba Polres Kediri, Ipda Arief Rachmad Santoso, Rabu (15/1/2025).  

Selain sabu-sabu, Polres Kediri juga mencatat peredaran narkotika lainnya, seperti pil ekstasi, psikotropika, ganja, dan pil dobel L. Pada tahun 2024, polisi menyita 980 butir pil ekstasi, 933 butir psikotropika, dan 182.537 butir pil dobel L.

Sementara itu, di tahun 2023, barang bukti yang disita meliputi 214 butir pil ekstasi, 1.029,06 gram ganja, 16,51 gram tembakau gorilla, 417 butir psikotropika, dan 1.407.359 butir pil dobel L.  

"Meski peredaran pil dobel L menurun di tahun 2024 dibandingkan 2023, jumlah barang bukti jenis narkoba lainnya justru meningkat," imbuh Ipda Arief. 

Baca juga: Dua Pengedar Sabu Jaringan Internasional Divonis Hukuman Mati Hakim Pengadilan Negeri Sidoarjo

Satresnarkoba Polres Kediri saat merilis pengungkapan narkotika selama 2024.
Satresnarkoba Polres Kediri saat merilis pengungkapan narkotika selama 2024. (tribunjatim.com/Isya Anshori)


 Polres Kediri juga melaporkan adanya peningkatan jumlah terduga pelaku yang diamankan.

Pada tahun 2023, tercatat 198 laki-laki dan 5 perempuan yang terlibat dalam peredaran narkoba. Sementara pada tahun 2024, jumlah tersebut meningkat menjadi 246 laki-laki dan 5 perempuan. 

Dari segi peran, pelaku yang diamankan terdiri dari berbagai kategori, mulai dari kurir, pengedar, hingga pemakai. Pada tahun 2024, Polres Kediri menangkap 32 kurir, 163 pengedar, dan 56 pemakai. Jumlah ini juga lebih tinggi dibandingkan tahun 2023, di mana kurir yang ditangkap sebanyak 32 orang, pengedar 144 orang, dan pemakai 26 orang.  

Baca selengkapnya

3. Polisi Amankan Kiai di Nganjuk yang Diduga Lakukan Pencabulan ke Santri

Seorang kiai, MA (54), warga Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, yang diduga mencabuli anak di bawah umur akhirnya diamankan polisi.

Mirisnya, korban masih merupakan santriwatinya sendiri. 

Kapolres Nganjuk, AKBP Siswantoro membenarkan hal itu. 

Kini, MA telah diamankan dan meringkuk di balik jeruji Mapolres Nganjuk

Tatkala diperiksa petugas, tersangka tampak mengenakan peci dan bersarung. 

"Tersangka telah kami amankan," katanya, Rabu (15/1/2025). 

Baca juga: Bertaruh Nyawa Demi ke Sekolah, Puluhan Pelajar di Jember Seberangi Sungai Pakai Perahu Bambu

Polisi amankan MA (54), warga Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, yang diduga mencabuli santriwatinya, Rabu (15/1/2025).
Polisi amankan MA (54), warga Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, yang diduga mencabuli santriwatinya, Rabu (15/1/2025). (Polres Nganjuk)

Siswantoro menyebut, tersangka diduga melancarkan aksi bejatnya pada Juni 2024.

Kejadian ini baru terungkap baru-baru ini setelah korban menceritakan kejadian tersebut kepada kakaknya. 

Selanjutnya, cerita pilu ini diteruskan kepada sang orang tua.

Orang tua korban terkejut dan tak terima dengan perlakuan tersangka hingga melaporkannya ke polisi. 

"Kami memastikan korban mendapatkan pendampingan psikologi guna memulihkan traumanya," ujar Siswantoro. 

Baca selengkapnya


----- 

Berita Jatim dan berita viral lainnya.

Informasi berita menarik lainnya di Google News TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved