Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Surabaya

Mulai Digarap 2026, Pembangunan JLLT di Surabaya Ditarget Tuntas pada 2040, Bappedalitbang: Rp 10 T

Pemkot Surabaya memasukkan pembangunan Jalur Lingkar Luar Timur (JLLT) sebagai prioritas.

ISTIMEWA
Peta proyek Jalur Lingkar Luar Timur (JLLT) yang ditargetkan mulai dikerjakan pada 2026 nanti.  

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Koloway

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Pemkot Surabaya memasukkan pembangunan Jalur Lingkar Luar Timur (JLLT) sebagai prioritas.

Mulai dikerjakan 2026, seluruh jalur JLLT dengan total mencapai 16,3 km tersebut ditargetkan tuntas pada tahun 2040 mendatang.

Lamanya proses pembangunan tersebut mempertimbangkan besarnya anggaran yang dibutuhkan. Dengan total anggaran yang membutuhkan sekitar Rp10 triliun, proyek dikerjakan melalui skema multi-years. 

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya membagi pembangunan JLLT menjadi 3 segmen. Pembangunan tiap segmen ditarget berlangsung sekitar 5 tahun.

Saat ini, pembangunan JLLT telah selesai menyentuh sebagian segmen 2, tepatnya di ruas 3 (Jalan Pantai Ria Kenjeran - Jalan Kalisari Utara 1) dan ruas 4  (Jalan Kalisari Utara 1 - Jalan Raya Kalisari Dharma). "Pembangunan JLLT tersebut rencananya akan dilanjutkan," kata Kepala Bappedalitbang Surabaya, Irvan Wahyudradjad di Surabaya.

Baca juga: Pemkot Surabaya dan BNN Gelar Sidak Tempat Hiburan, Puluhan Pengunjung Ikuti Tes Urine

Namun, Irvan menjelaskan bahwa tahun ini Pemkot Surabaya belum mengalokasikan anggaran untuk JLLT. Mengingat, Pemkot tengah melakukan evaluasi desain dan penetapan lokasi.

Baru pada 2026, Pemkot Surabaya akan kembali melanjutkan pembangunan tersebut. "Sesuai Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah 2025-2045, JLLT dikerjakan secara bertahap," kata Irvan.

Pada 2026, proyek JLLT akan dilanjutkan mengerjakan segmen 1. Segmen tersebut terbagi menjadi 3 ruas.

Di antaranya, Frontage sisi selatan Jl. Kedung Cowek - Jalan Nambangan (ruas 1) pada tahun 2026, Jalan Nambangan - Jalam Kyai Tambak Deres (ruas 2) pada tahun 2027, Jalan Kyai Tambak Deres - Jalan Mentari Kenjeran Barat V (ruas 3) di tahun 2028-2029.

Pada 2026 - 2027, Pemkot Surabaya akan mengalokasikan Rp229 miliar pertahunnya. Anggaran akan digunakan untuk pengadaan tanah sebesar Rp179 miliar dan pembangunan sebesar Rp50 miliar.

"Rencana prioritas untuk lima tahun pertama (2025-2029) yaitu pada segmen pertama. Kemudian, berlanjut ke arah selatan," kata Irvan.

Baca juga: Dana Rp400 Miliar Dianggarkan Pemkot Surabaya untuk Bangun RSUD Baru Tahun Ini, Berikut Lokasinya

Kemudian, pada 2028-2029 anggaran akan ditingkatkan menjadi Rp329 miliar pertahunnya. Rinciannya, anggaran sebanyak Rp179 miliar akan digunakan untuk pengadaan tanah dan Rp150 miliar lainnya untuk pembangunan.

Anggaran dengan nilai yang sama akan dikucurkan hingga 2038. Pada tahun tersebut, pengerjaan ditarget tuntas menyentuh sebagian segmen 3 (Jalan Raya Medayu Utara).

Untuk diketahui, proyek infrastruktur pembangunan JLLT ini rencananya akan memiliki panjang sekitar 16,8 kilometer. Jalan dengan 60 meter itu akan melintasi enam kecamatan di Kota Surabaya. Mulai dari Kecamatan Kenjeran, Bulak, Mulyorejo, Sukolilo, Rungkut dan Gunung Anyar.

 

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved