Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Tak Laku di Tanah Air, Nur Hasan Jual Briket Tembus Eropa, Kirim Berton-ton Untung Puluhan Juta

Tak laku di tanah air, produk briket buatan pria Lumajang malah tembus pasar eropa dan kini dikirim berton-ton ke Turki.

Penulis: Ignatia | Editor: Mujib Anwar
TribunJatim.com
Pria Lumajang penjual briket yang kini tembus sampai pasar Eropa karena tak laku di tanah air 

Lalu batok kelapa tersebut dibakar hingga menjadi arang.

Proses dilanjutkan dengan menggiling arang batok kelapa menjadi serbuk.

Baca juga: Pemkab Lumajang Minta Bantuan Pemprov Jatim Bangun Akses Jalan Menuju Pura Watu Klosot Lumajang 

Serbuk tersebut kemudian dicampur dengan bahan tambahan.

Diantaranya tepung tapioka dan sodium.

Bahan tambahan tersebut dicampur denga arang kelapa hingga menjadi adonan.

Adonan yang sudah kejadi kemudian dicetak menggunakan mesin dan ditata di papan untuk kemudian dioven atau dijemur jika cuaca sedang bagus.

Setiap 6 bulan, Hasan mengirim sebanyak 18 ton kepada pemesannya yang berasal dari Turki.

"Orang Turkinya sudah ke tempat saya dan melihat langsung briket ini. Per 1 kilogram briket produksi saya ini harganya Rp 15 ribu. Di Turki sana briket saya buat alatnya Shisha (rokok ala Arab)," katanya.

Baca juga: Harga Cabai Rawit di Lumajang Tembus Rp 110 Ribu per Kg, Pemkab Sebut Bagus untuk Petani 

Setiap kali produksi untuk pengiriman ke Turki, Hasan mengaku bisa meraup keuntungan bersih hingga Rp 50 juta.

"Modalnya Rp 30 jutaan untuk tiap kali produksi briket ini untuk besaran produksi 18 ton," katanya.

Hasan memperkerjakan 13 orang pegawai yang merupaka warga sekitar untuk menunjang produksi briket miliknya.

Baca juga: Kisah Kolektor Jersey yang Kini Sukses Merintis Brand Lokal Berkualitas Internasional

Ia juga dibantu oleh sang istri Dayang Andriana dalam mengelola bisnis produksi briket tersebut.

"Keunggulannya briket ini gak ada asap. Panas lebih stabil daripada arang biasa," ungkapnya.

Kendati diminati pasar luar negeri, Hasan mengaku produk miliknya justru tak terlalu diminati pasar lokal.

"Kalau lokalan saja pesan itu hanya kiloan gak sampai ber ton-ton kayak di Turki," papar pria asal Gucialit tersebut.

Baca juga: Hasil Panen Kubis Lapas Malang Tembus Pasar Ekspor Taiwan , Ditanam dan Dirawat Warga Binaan

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved