Breaking News
Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Tak Laku di Tanah Air, Nur Hasan Jual Briket Tembus Eropa, Kirim Berton-ton Untung Puluhan Juta

Tak laku di tanah air, produk briket buatan pria Lumajang malah tembus pasar eropa dan kini dikirim berton-ton ke Turki.

Penulis: Ignatia | Editor: Mujib Anwar
TribunJatim.com
Pria Lumajang penjual briket yang kini tembus sampai pasar Eropa karena tak laku di tanah air 

Namun Bakso Gunung mulai dirintis di tahun 2009.

"Saya pakai bakso Gunung karena saya berasal dari Gunung Kawi gitu," paparnya.

Baca juga: Ferry Juragan Bakso Bangun Jalan 5 Km hingga Masjid Desa Pakai Uang Sendiri, Tak Mau Disorot Kamera

Kini Ferry sudah ber-KTP Batam dan tinggal di Batam.

Di balik kesuksesannya, Ferry ternyata hanya mengenyam pendidikan sampai SMP saja.

Ia mulai merantau di usia 16 tahun.

"Umur 16 tahun saya merantau ke Jawa Barat, jualan bakso pikul. Di sana sekitar 6 bulan, saya pernah ikut abang di Surabaya, bengkel. Tapi nggak menjanjikan. Saya ke Bali jualan bakso lagi. Di sana 2 tahun saya mengumpulkan uang Rp 900 ribu untuk merantau ke Batam," ucapnya.

Ferry pun memilih ke Batam setelah mendapat rekomendasi dari pelanggannya.

Ia lalu mengajak temannya merantau ke Batam dan membuka bakso bersama temannya.

"Saya bawa uang Rp 900 ribu, teman saya bawa Rp 350 ribu untuk jual pertama, tapi itu nggak kepakai semua. Masih ada sisa Rp 500 ribu," ucap Ferry.

Baca juga: Sosok Ferry Pedagang Bakso Bangun Jalan Desanya Pakai Uang Pribadi, Gercep saat Dengar Kabar Pilu

Awalnya ia berjualan bakso dengan berkeliling Kota Batam.

Sampai akhirnya ia memiliki banyak gerobak.

Ferry sempat terkena malaria saat merintis usaha.

Saat itu temannya juga sempat kecelakaan dan mengalami patah tulang.

Sampai akhirnya Ferry membagikan 11 gerobak menjadi dua dengannya.

"Saya udah menikah, jadinya kita belah jadi dua. Saya bawa 6 gerobak, teman saya bawa 5 gerobak," ucap Ferry.

Meskipun sudah menjadi juragan bakso, Ferry masih turun bekerja.

"Sampai saat ini saya masih kerja. Renovasi ruko saya masih terjun," 

Meskipun viral di media sosial dengan klaim pengeluaran dana sebesar Rp10 miliar, Ferry menegaskan bahwa ia tidak pernah mengumumkan total biaya yang dikeluarkannya.

"Kalau seperti yang ada di medsos kemarin saya keluarkan dana Rp10 miliar, itukan pendapat warga. Kalau ditanya ke saya, saya sudah berjanji biarlah itu menjadi amal ibadah saya dan saya tidak akan membuka informasi itu ke siapapun," jelas Ferry saat ditemui di salah satu cabang Bakso Gunung di Ruko Kara Junction, Senin (6/1/2025) sore, melansir dari Kompas.com.

Ferry menjelaskan bahwa ide untuk membangun jalan ini bermula setelah ia menyelesaikan pembangunan Masjid Al-Ikhlas pada tahun 2018.

Istrinya menyarankan agar akses jalan juga diperbaiki agar warga merasa nyaman saat pergi ke masjid.

Permintaan warga untuk memperbaiki jalan utama di dusun tersebut pun menguatkan niatnya.

"Saya juga meminta warga agar mengiklaskan lahan mereka sedikit terpakai. Karena lebar jalan utama akan dibuat 10 meter, lengkap dengan drainase dan taman untuk memperindah jalan. Beruntung warga yang lahan rumahnya terkena juga mau, sehingga proyek ini bisa dimulai," tambahnya.

Baca juga: Wali Murid Kesal Sekolah Minta Sumbangan Rp 200 Ribu Per Siswa untuk Bangun Jalan: Kenang-Kenangan

Ferry mengungkapkan keprihatinannya terhadap para petani yang sering mengalami kesulitan saat melewati jalan tanah yang licin dan dipenuhi pecahan batu.

Ia merasa senang melihat semangat gotong royong warga dalam proses pembangunan jalan, sebuah tradisi yang masih dipertahankan sejak ia meninggalkan desa pada tahun 1992 untuk merantau ke Batam.

Selain membangun jalan, Ferry juga telah berkontribusi pada pembangunan fasilitas lain di kampung halamannya, seperti lapangan sepakbola, TPQ, dan masjid.

"Sekarang saya lihat warga desa saya sangat senang sekali, Alhamdulillah hal ini turut membuat saya juga sangat senang. Doakan saja saya bisa melanjutkan pembangunan jalan ini hingga 5 kilometer," harapnya.

Baca juga: Penjual Bakso Perbaiki Jalan Desa Pakai Uang Pribadi, 7 Tahun Selesai Tanpa Bantuan Pemerintah

Ferry memulai usaha berjualan bakso di Batam sejak tahun 1992.

Ia mengingat bagaimana Batam masih dalam tahap pembangunan saat itu, dan ia hanya berjualan bakso keliling dengan cara dipikul.

Kini, ia telah berhasil mengembangkan brand Bakso Gunung yang terinspirasi dari desa asalnya.

Proses pembangunan jalan di desanya dilakukan tanpa campur tangan pemerintah setempat.

Meskipun beberapa kali dihubungi oleh Camat, Lurah, dan perwakilan Bupati, Ferry menegaskan bahwa prioritas utamanya adalah kebahagiaan warga desanya.

"Yang penting warga desa saya senang saja dulu mas," tutupnya.

Berita viral lainnya

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved