Berita Viral
Viral Ormas Geruduk Kantor Satpol PP karena Tak Terima Spanduk Dicopot, Akhirnya Dipasang Lagi
Video yang menampilkan aksi sejumlah anggota ormas itu pun kini beredar luas di media sosial X.
Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
Sementara itu, Kasatpol PP Kecamatan Senen, Aris Cahyadi menambahkan, pihaknya tidak mengetahui jika ormas tersebut sudah mengajukan perpanjangan waktu pemasangan spanduk.
"Kami tidak tahu, jikas ormas itu memperpanjang pemasangan banner, sehingga tidak berakhir 7 Februari 2025," ucap Aris.
Baca juga: Pagar Laut Selesai Dibongkar, Nelayan Senang Pendapatan Bertambah, Nasib Kades Kohod Kecut: Diam
Di sisi lain, aktivitas organisasi masyarakat (ormas) disebut telah merugikan proses investasi hingga ratusan triliun rupiah.
Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi, pun merespons adanya keluhan tersebut di wilayahnya.
Dedi Mulyadi kemudian menyatakan bahwa ia punya solusi atas permasalahan tersebut.
Menurut dia, laporan aktivitas ormas nakal yang menghambat investasi juga terjadi di wilayah Jawa Barat.
"Oh iya, bahwa negara itu harus hadir melindungi masyarakat yang di dalamnya adalah juga para pengusaha," ujar Dedi kepada Kompas.com di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (12/2/2025).
"Jadi, ketika nanti saya jadi Gubernur, saya akan melakukan langkah-langkah strategis untuk melakukan penataan, pendataan, dan tindakan yang nyata, terukur, agar investasi tidak diganggu oleh siapa pun, termasuk diganggu oleh oknum ormas," tegasnya.
Dedi menegaskan bahwa dirinya akan langsung turun tangan atau hadir ketika para pengusaha mendapat gangguan dari ormas nakal.
Ia bahkan mencontohkan saat dirinya menjabat sebagai Bupati Purwakarta.
Selama kepemimpinannya tersebut, tidak ada ormas yang berani mengganggu investasi di wilayah Purwakarta.
"Pengusaha ini kan investasinya melibatkan banyak orang untuk bekerja," katanya.
"Maka, ketika saya dulu memimpin jadi Bupati Purwakarta itu clear, jarang sekali, bahkan selama saya memimpin, hampir enggak ada ormas yang mengganggu investasi," imbuh Dedi.
"Iya, saya tahu, alurnya sudah tahu. Wilayahnya sudah tahu, dan saya dari dulu selalu hadir ketika para pengusaha mendapat gangguan," tuturnya.
Meski begitu, Dedi belum menyebutkan wilayah Jabar mana yang investornya sering diganggu oleh oknum ormas.
Masih Ingat Nenek Reja Tertatih Datangi Sidang Didakwa Rugikan Rp718 M? Divonis Bebas di Usia 93 |
![]() |
---|
Kondisi Keluarga Kacab Bank BUMN yang Ditemukan Tewas Diikat di Sawah, Istri Ilham Pradipta Trauma |
![]() |
---|
Ucapannya 'Orang Tolol Sedunia' Viral, Ahmad Saroni Tolak Tantangan Debat Salsa Erwina: Gak Ladenin |
![]() |
---|
Pak RT Laporkan Ketua RW Gara-gara Tiang Provider, Emosi Disebut Terima Uang Kompensasi Rp6 Juta |
![]() |
---|
Sosok Valentina Gomez, Caleg AS Kampanye Bakar Al Quran, Viral di Media Sosial: Ini Korek Api |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.