Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Viral Ormas Geruduk Kantor Satpol PP karena Tak Terima Spanduk Dicopot, Akhirnya Dipasang Lagi

Video yang menampilkan aksi sejumlah anggota ormas itu pun kini beredar luas di media sosial X.

Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
X
SATPOL PP DIGERUDUK - Tangkapan layar video ormas minta Satpol PP pasang lagi banner yang sempat dicopot, Kamis (13/2/2025). Satpol PP buka suara atas kejadian ini. 

Sementara itu, Kasatpol PP Kecamatan Senen, Aris Cahyadi menambahkan, pihaknya tidak mengetahui jika ormas tersebut sudah mengajukan perpanjangan waktu pemasangan spanduk.

"Kami tidak tahu, jikas ormas itu memperpanjang pemasangan banner, sehingga tidak berakhir 7 Februari 2025," ucap Aris.

Baca juga: Pagar Laut Selesai Dibongkar, Nelayan Senang Pendapatan Bertambah, Nasib Kades Kohod Kecut: Diam

Di sisi lain, aktivitas organisasi masyarakat (ormas) disebut telah merugikan proses investasi hingga ratusan triliun rupiah.

Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi, pun merespons adanya keluhan tersebut di wilayahnya.

Dedi Mulyadi kemudian menyatakan bahwa ia punya solusi atas permasalahan tersebut.

Menurut dia, laporan aktivitas ormas nakal yang menghambat investasi juga terjadi di wilayah Jawa Barat.

"Oh iya, bahwa negara itu harus hadir melindungi masyarakat yang di dalamnya adalah juga para pengusaha," ujar Dedi kepada Kompas.com di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (12/2/2025).

"Jadi, ketika nanti saya jadi Gubernur, saya akan melakukan langkah-langkah strategis untuk melakukan penataan, pendataan, dan tindakan yang nyata, terukur, agar investasi tidak diganggu oleh siapa pun, termasuk diganggu oleh oknum ormas," tegasnya. 

Dedi menegaskan bahwa dirinya akan langsung turun tangan atau hadir ketika para pengusaha mendapat gangguan dari ormas nakal.

Ia bahkan mencontohkan saat dirinya menjabat sebagai Bupati Purwakarta.

Selama kepemimpinannya tersebut, tidak ada ormas yang berani mengganggu investasi di wilayah Purwakarta.

"Pengusaha ini kan investasinya melibatkan banyak orang untuk bekerja," katanya.

"Maka, ketika saya dulu memimpin jadi Bupati Purwakarta itu clear, jarang sekali, bahkan selama saya memimpin, hampir enggak ada ormas yang mengganggu investasi," imbuh Dedi.

"Iya, saya tahu, alurnya sudah tahu. Wilayahnya sudah tahu, dan saya dari dulu selalu hadir ketika para pengusaha mendapat gangguan," tuturnya.

Meski begitu, Dedi belum menyebutkan wilayah Jabar mana yang investornya sering diganggu oleh oknum ormas.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved