Breaking News
Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Bocah 10 Tahun Hanyut di Lumajang

Petaka di Pantai Watu Pecak Lumajang, Bocah 10 Tahun Hanyut Saat Main Air, Nyawa Melayang di RS

Galang (10) bocah asal Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Sudarma Adi
zoom-inlihat foto Petaka di Pantai Watu Pecak Lumajang, Bocah 10 Tahun Hanyut Saat Main Air, Nyawa Melayang di RS
TRIBUNJATIM.COM/ERWIN WICAKSONO
EVAKUASI BOCAH - Proses evakuasi seorang bocah berusia 10 tahun yang hanyut terseret arus muara perairan Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-awar, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (23/2/2025). Nyawa korban tak tertolong.

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Erwin Wicaksono

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Galang (10) bocah asal Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang menghembuskan nafas terakhirnya di rumah sakit usai hanyut terbawa arus.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono menerangkan kejadian bermula ketika korban bersama keluarganya mengunjungi area pinggiran Pantai Watu Pecak, Desa Selok Awar-awar, Pasirian pada Minggu (23/2/2025) sore.

Rombongan kemudian berhenti di area muara untuk menikmati keindahan alam dengan bocah 10 tahun bermain air.

Korban kemudian diketahui mandi namun diduga lantaran derasnya arus muara, tubuh bocah 10 tahun hanyut.

Baca juga: Nelangsa Wanita Penjaga Toko di Lumajang, Kejar Maling Motor Tapi Tak Ada Yang Menolong

"Tubuh korban sempat diupayakan ditolong oleh seseorang yang juga bermain air di tempat tersebut. Namun orang yang menolong tak bisa menjangkau korban lantaran terseret arus terlalu kuat," beber Yudhi ketika dikonfirmasi, Senin (24/2/2025).

Keluarga dan warga sekitar pun langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. 

Tim gabungan kemudian melakukan pencarian hingga akhirnya pukul 16:00 WIB korban ditemukan di tepian muara menjorok ke laut dengan kondisi lemas. Tampak korban tak sadarkan diri kala itu sehingga membutuhkan pertolongan medis dengan cepat.

Baca juga: Sosok Indah Amperawati, Bupati Perempuan Pertama di Lumajang, Belajar Memimpin dari Mendiang Kakak

"Korban pun langsung dievakuasi menuju rumah sakit Pasirian. Namun saat mendapat pertolongan medis, korban menghembuskan nafas terakhirnya," ungkap Yudhi.

Terakhir, Yudhi menghimbau kepada warga agar menghindari berenang di area muara lantaran terdapat arus kuat sewaktu-waktu.

Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved