Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Dinkes Kota Malang Temukan Takjil Berbahan Kimia Berbahaya, Warga Diimbau Berhati-hati

Dinas Kesehatan Kota Malang telah menemukan sejumlah contoh makanan takjil yang mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan.

Penulis: Benni Indo | Editor: Dwi Prastika
Tribun Jatim Network/Purwanto
RAMAI - Warga berburu takjil di kawasan Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) Malang, tepatnya di area Taman Krida Budaya Jawa Timur (TKBJ), Rabu (5/3/2025). Saat ini pasar takjil di Suhat diatur kembali oleh Pemkot Malang yang semula di pinggir jalan, saat ini masuk di area TKBJ. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo 

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Masyarakat Kota Malang diimbau untuk berhati-hati dan cermat saat membeli makanan hidangan berbuka puasa atau takjil.

Dinas Kesehatan Kota Malang telah menemukan sejumlah contoh makanan yang mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan.

Makanan yang mengandung bahan kimia berbahaya itu didapat dari pedagang yang menjajakan produknya di tempat jualan takjil.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif saat ditemui di Terminal Arjosari Malang mengatakan, bahan kimia berbahaya yang ditemukan antara lain adalah pewarna kuning.

Pewarna kuning atau metanil yellow merupakan bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan.

Zat ini dilarang sebagai bahan campuran produk makanan.

"Kami sudah periksa 12 titik pasar takjil. Kalau kandungan boraks tidak ada, kandungan formalin juga tidak ada, yang ada itu bahan pewarna tambahan yang berwarna kuning," katanya, Kamis (20/3/2025).

Temuan itu berada di dua titik pasar takjil.

Temuan bahan kimia itu berada di makanan berupa es blewah.

Pihak Dinkes Kota Malang telah memberikan imbauan kepada pedagang agar tidak menggunakan bahan berbahaya itu lagi.

"Sudah kami berikan informasi kepada yang menjual, sehingga makanan yang dijual tidak boleh diberi bahan pewarna tambahan," kata Husnul.

Baca juga: Antusias Warga Saat Polres Trenggalek Adakan Aksi Sosial, Ada Cek Kesehatan Gratis dan Bagi Takjil

Dinkes Kota Malang dan petugas dari puskesmas terdekat akan terus mendatangi pedagang yang kedapatan menggunakan bahan kimia berbahaya.

Petugas harus memastikan kembali bahwa pedagang tidak menjual kembali barang dagangannya yang dicampur bahan kimia.

Dijelaskan Husnul, warga bisa mengetahui jenis makanan yang mengandung bahan kimia dari warnanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved