Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Petani Ramai-ramai Live TikTok Joget Wadidaw Ala Sadbor, Kampung Jadi Riuh, Alasan Beralih Dikuak

Video puluhan warga sekampung ramai-ramai joget Wadidaw sambil live TikTok. Berdasarkan narasi, mereka yang joget tersebut adalah para petani.

Editor: Torik Aqua
TikTok @Aalay85/Instagram @fakta.indo
WARGA SEKAMPUNG VIRAL - Tangkapan layar video aksi puluhan warga sekampung ramai-ramai joget Wadiwaw demi Live TikTok, viral di media sosial diunggah Instagram @fakta.indo, Rabu (2/4/2025). Disebut para petani beralih profesi jadi Live Streamer tuai sorotan, warganet miris. 

"Saya awalnya di Jakarta jahit keliling waktu Corona (pandemi Covid-19). Saya coba sambil live, tak sadar tiba-tiba saldo di akun Tiktok ada beberapa dolar,” ungkapnya saat ditemui di Desa Bojongkembar, Kamis (24/10/2024).

Sadbor dan joget Wadidaw bukan hanya tentang tarian sederhana, tetapi juga tentang ikatan komunitas dan cara kreatif untuk meraih penghasilan lewat saweran dari para penonton.

Sebelum menjadi pencetus joget Sadbor dan joget Wadidaw, Gunawan memutuskan meninggalkan pekerjaan sebagai penjahit keliling dan pulang ke Sukabumi.

 Kembali Aktif Live Medsos

Tahun 2020-2021 ia mulai fokus mencari penghasilan melalui live di TikTok. Bermula dari gerakan joget sembarangan, Gunawan akhirnya menemukan gerakan khas yang disebutnya “ayam patuk.”

Melihat respons positif, ia mengajak teman-teman dan tetangganya untuk ikut bergabung.

Tiap hari, siaran langsung dimulai sekitar pukul 09.00 WIB hingga menjelang maghrib.

Pada malam hari, sesi live diambil alih oleh rekan lainnya.

Dalam sehari, Gunawan dan tim bisa mengantongi Rp 400.000 hingga Rp 700.000, sudah termasuk bagi hasil. 

Hasil dari Joget Sadbor ini bukan hanya menghidupi dirinya, tetapi juga banyak rekannya yang terbantu.

"Selama dua tahun live Tiktok, banyak rekan yang terbantu hingga bisa membeli sepeda motor, merenovasi rumah, bahkan ada yang membeli rumah,” katanya.

Meskipun viral, Gunawan harus menerima berbagai reaksi dari masyarakat. Banyak yang menyebutnya dan warga sebagai "pengemis online."

Namun, ia menyikapi hal tersebut dengan kepala dingin.

“Saya selalu bilang sama teman-teman, kalau mau ramai akunnya itu harus kuat. Kalau ramai itu hinaan, hujatan, dan bully-an itu pasti jadi makanan sehari-hari, itu jangan dilawan karena kalau enggak ada mereka, kita enggak akan ramai,” kata Gunawan bijak.

Ia hanya meminta para penonton agar menghindari hinaan yang berbau suku, agama, dan ras.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved