Kisah Paramitha, Sibuk Urus 3 Anak dan Kerja Tak Halangi Jadi Wisudawan Terbaik STIE MalangKucecwara

Menempuh pendidikan kuliah disambi dengan kerja daKuliah sambil membagi waktu untuk bekerja dan mengurus anak di rumah ternyata bukanlah hal mustahil

Penulis: Rifki Edgar | Editor: Ndaru Wijayanto
TRIBUNJATIM.COM/RIFKY EDGAR
WISUDAWAN TERBAIK - Paramitha Rahayu (kiri) saat foto bersama suami dan tiga orang anaknya. Dia merupakan wisudawan terbaik STIE MalangKucecwara pada Semester Ganjil 2025. Serta sukses menjalani pendidikan S2 dengan bekerja dan mengurus anak. 

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Rifky Edgar

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kuliah sambil membagi waktu untuk bekerja dan mengurus anak di rumah ternyata bukanlah hal mustahil untuk dilakukan.

Faktanya, hal tersebut bisa dilakukan oleh Paramitha Rahayu, Wisudawan terbaik di STIE MalangKucecwara pada Semester Ganjil 2025.

Dengan IPK 3,97, ibu tiga anak ini sukses menyelesaikan program pasca sarjana di kampus ABM.

Setiap hari, dia bekerja di kantor perpajakan yang berada di Kota Batu.

Sepulang kuliah, Mitha sapaan akrabnya itu langsung mengurusi tiga orang putranya yang masih usia anak-anak.

Untuk kuliahnya sendiri, dia memilih program kuliah kelas karyawan, yang dilakukan pada hari Sabtu dan Minggu.

Kondisi tersebut membuat jadwalnya sebagai seorang ibu rumah tangga dan juga pegawai kantoran bisa lebih fleksibel.

"Saya gak nyangka, akhirnya bisa lulus meskipun sambil bekerja dan mengurusi anak-anak saya," ucapnya saat ditemui Surya pada Sabtu, (26/4/2025).

Baca juga: Senyum Anak Tukang Bangunan Jadi Wisudawan Terbaik Program Doktor, Prestasi Gemilang dengan IPK 3,86

Di sela-sela kesibukannya sebagai karyawan publik, Mitha juga tidak melupakan tugasnya sebagai seorang ibu.

Dia tetap memberikan kasih sayang kepada tiga putranya yang kini masih menempuh pendidikan sekolah dasar (SD) dan taman kanak-kanak (TK).

Yang terpenting baginya ialah dapat mengatur waktu, antara bekerja, di rumah dan kuliah.

Hal tersebut merupakan sesuatu yang penting untuk dilakukan, apabila ingin menempuh pendidikan namun disambi dengan kerja.

"Pokoknya harus pinter bagi waktu, karena dengan begitu, saya bisa membagi fokus saya tanpa melupakan pendidikan yang sedang saya tempuh," ungkapnya.

Tak hanya itu, faktor lainnya ialah dukungan suami dan dukungan dari kampus.

Baca juga: Kisah Perjuangan Anak Pegawai Puskesmas Jadi Wisudawan Terbaik Universitas Jember dengan IPK 4,00

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved