Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Warga Murka Usir Pria Ngaku Tuhan, Pengikut Bebas Tukar Pasangan dan Beribadah dengan Lepas Pakaian

Warga, terutama anak muda dibuat murka dengan ajaran sesat dari pria ngaku Tuhan di Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura, Papua.

Penulis: Ani Susanti | Editor: Mujib Anwar
Dok Polres Jayapura
AJARAN SESAT - Tampang pria berinisial FM, yang mengaku diri sebagai Tuhan di Jayapura, Papua. FM mengajarkan aliran sesat ke pengikutnya hingga warga, terutama anak muda murka lalu mengusir mereka. 

Dari pengecekan yang dilakukan oleh anak-anak muda tersebut, ternyata benar ada praktik ajaran sesat, sehingga diusir oleh anak-anak muda di Kampung Pobaim itu.

“Pendirinya, yakni FM dan beberapa pengikutnya langsung melarikan diri ke Sorong. Jadi sampai sekarang tidak ada aktivitas lagi di lokasi,” ujarnya. 

Sementara itu, sebelumnya warga di tempat lain dibuat resah dengan adanya aliran sesat yang bertentangan dengan agama Islam.

Aliran sesat itu menyebut harga tiket ke surga Rp 7 juta hingga Rp 15 juta dan ubah kalimat syahadat.

Aktivitas kelompok tarekat ini pun dihentikan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku.

Melansir dari Kompas.com, kelompok tersebut dipimpin oleh La Bandunga.

Aliran ini mengajarkan bahwa ibadah seperti shalat lima waktu, puasa, dan pembayaran zakat tidak perlu dilakukan.

Kelompok ini juga memiliki kitab yang mereka sebut "Perisai Diri," di mana terdapat perubahan pada surat Al Fatihah dan beberapa surat lainnya dalam Al Quran, serta modifikasi pada kalimat syahadat.

Sekretaris MUI Kabupaten Seram Bagian Barat, Syuaib Pattimura, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan pertemuan dengan empat pimpinan tarekat tersebut, difasilitasi oleh aparat kepolisian setempat pada Rabu (9/4/2025).

"Dari hasil pertemuan di Polres, pemahaman mereka sangat menyimpang dari pokok ajaran Islam," kata Syuaib, Jumat (11/4/2025).

Ia juga mengungkapkan bahwa dalam pertemuan tersebut, ia mempelajari isi kitab kelompok itu dan menemukan banyak hal yang melenceng dari ajaran Islam.

"Mereka memiliki buku panduan bernama 'Perisai Diri' di dalamnya terdapat perubahan surat Al Fatihah, surat Al Ikhlas, dan kalimat syahadat," ungkap Syuaib.

Ia menambahkan bahwa saat ditanya mengenai dalil ajaran mereka, pimpinan tarekat tersebut tidak dapat memberikan jawaban memadai, yang menunjukkan bahwa ajaran mereka sangat menyimpang.

Lebih lanjut, Syuaib mengungkapkan kesesatan lain yang diajarkan oleh kelompok tersebut, yaitu klaim bahwa mereka dapat menjamin surga bagi pengikutnya dengan membayar tiket.

"Untuk tiket ke surga dikenakan biaya Rp 7 juta, dan bagi pengikut yang ingin menebus orangtuanya agar bisa ke surga, tiketnya Rp 15 juta," ujarnya.

Baca juga: Adi Bing Slamet Sholat Tobat 41 Hari Imbas Ikut Aliran Sesat Eyang Subur, Baca Ulang Syahadat

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved