Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Warga Murka Usir Pria Ngaku Tuhan, Pengikut Bebas Tukar Pasangan dan Beribadah dengan Lepas Pakaian

Warga, terutama anak muda dibuat murka dengan ajaran sesat dari pria ngaku Tuhan di Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura, Papua.

Penulis: Ani Susanti | Editor: Mujib Anwar
Dok Polres Jayapura
AJARAN SESAT - Tampang pria berinisial FM, yang mengaku diri sebagai Tuhan di Jayapura, Papua. FM mengajarkan aliran sesat ke pengikutnya hingga warga, terutama anak muda murka lalu mengusir mereka. 

Meskipun mereka membantah ajaran tersebut, Syuaib menegaskan bahwa tindakan tersebut jelas menyimpang.

Setelah memastikan bahwa ajaran kelompok tersebut sesat, MUI segera menghentikan aktivitas mereka dan meminta mereka untuk membuat surat pernyataan yang menyatakan larangan beraktivitas di wilayah Seram Bagian Barat.

Syuaib menyatakan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan MUI Maluku dan Kementerian Agama untuk menangani masalah ini.

Sebelum pertemuan dengan MUI, keempat pimpinan tarekat tersebut sempat diamuk oleh warga di Dusun Limboro, Kecamatan Huamual, Seram Bagian Barat pada Selasa (8/4/2025).

Warga merasa resah karena ajaran yang disampaikan bertentangan dengan pokok-pokok ajaran Islam.

Sementara itu, Kapolsek Huamual, Ipda Salim Balami, mengatakan bahwa pihaknya segera merespons laporan masyarakat dan mengamankan keempat pimpinan tarekat tersebut.

"Warga sangat merasa resah karena ajaran mereka bertentangan, lalu mereka melapor," kata Salim.

Baca juga: Sosok Frengky Monim Sebarkan Ajaran Sesat Mengaku Tuhan, 20 Pengikut Disuruh Ibadah Tanpa Busana

Warga yang tidak terima dengan ajaran tersebut sempat mengamuk dan meminta keempat pimpinan tarekat itu meninggalkan dusun.

Situasi di dusun pun menjadi gaduh hingga pihak kepolisian harus mengevakuasi keempat pimpinan tarekat tersebut ke kantor Polsek Huamual.

"Saat kami tiba kami langsung amankan keempat orang itu ke salah satu rumah warga, selanjutnya kami bawa ke masjid. Lalu di sana mereka ditanya-tanya seputar ajaran tersebut," ungkapnya.

Setelah diamankan, keempat orang tersebut dibawa ke Piru untuk dipertemukan dengan pimpinan MUI setempat.

Salim menambahkan bahwa keempat pimpinan tarekat berasal dari Kabupaten Maluku Tengah. 

Dari hasil penyelidikan, tarekat tersebut telah mempunyai 17 orang pengikut di wilayah itu.

Tarekat ini sudah sempat berkembang di Kota Masohi, Maluku Tengah dengan pimpinannya La Bandunga pada tahun 2002.

Namun karena dianggap menyimpang, aktivitas tarekat tersebut disetop MUI setempat. 

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved