Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Siswa Gadaikan HP Demi Bayar Uang Praktek Rp 240 Ribu, Kepsek Dicopot, Sekolah: Kami Ada Buktinya

Hanya karena belum membayar uang praktek sebesar Rp 240 ribu, seorang siswa tak diperbolehkan ikut ujian oleh pihak sekolah.

Penulis: Ignatia | Editor: Mujib Anwar
KOMPAS.COM/Dok. SMKN 1 Bangun Purba
SEKOLAH BANTAH - Pihak sekolah memberikan klarifikasi terkait seorang siswa yang yak bisa ikut ujian karena belum bayar uang praktek, di Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Senin (2/6/2025). Mereka mengadakan jumpa pers setelah viral kabar siswanya ada yang menggadaikan ponsel demi membayar uang ujian praktik sebesar Rp 240 ribu. 

Curhatan siswa terpaksa bangun subuh karena jam masuk sekolah lebih pagi yakni pukul 06.00 tengah menjadi sorotan.

Ya, kebijakan masuk sekolah pukul 06.00 WIB menuai beragam tanggapan dari siswa dan orang tua di Karawang. 

Sebagian mendukung karena telah terbiasa, namun tak sedikit yang mengaku kerepotan.

Nabila, siswi salah satu SMA di Karawang, mengaku masih kesulitan jika harus masuk pukul 06.00 WIB.

Pasalnya, jarak antara rumah dan sekolah sekitar 10 kilometer, sementara ia harus berangkat bersamaan dengan orang tuanya.

“Jadi saya biasa berangkat pukul 06.30 WIB. Meskipun siap pukul 05.00 WIB, tapi menunggu ibu masak dan sarapan,” kata Nabila, Selasa (3/6/2025), dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Bukan dari Kayu Kokoh, Siswa SD Belajar di Kelas Pakai Meja Triplek Rusak, DPRD Soroti: ini Masalah

Menurut Nabila, saat jam masuk sekolah masih pukul 07.00 WIB pun banyak teman-temannya yang datang terlambat. 

Ia menilai akan lebih sulit jika harus datang lebih pagi.

Senada, Wahid (35), salah satu wali murid, juga menolak jika siswa masuk sekolah pukul 06.00 WIB.

Putranya yang masih duduk di bangku sekolah dasar masih harus diantar karena rute yang dilewati cukup sulit.

“Waktu tempuh sekitar 15 menit karena melewati irigasi dan jalur macet jika jam berangkat kerja,” ujar Wahid.

Wahid biasanya mengantar anaknya sembari berangkat kerja.

Ilustrasi pelajar sedang membaca.
Ilustrasi pelajar sedang membaca. (Canva)

Menurutnya, jika anak harus masuk lebih pagi, maka akan merepotkan seluruh aktivitas pagi keluarga.

Di sisi lain, Cantika (33), warga Purwakarta, justru mendukung kebijakan tersebut.

Ia menyebut putranya yang duduk di kelas 7 SMP sudah terbiasa masuk sekolah pukul 06.00 WIB bahkan datang lebih awal.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved