Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

2 Tahun MD Cs Jual SIM Palsu Rp1,3 Juta, Pemilik Dapat Untung Paling Besar, Kurir Dijatah Rp50 Ribu

Peredaran Surat Izin Mengemudi atau SIM palsu terungkap di Kota Tarakan, Kalimantan Utara (Kaltara).

Penulis: Ani Susanti | Editor: Mujib Anwar
Dok Polres Tarakan
PEREDARAN SIM PALSU - Jumpa pers pengungkapan kasus pemalsuan SIM di Tarakan, Kaltara, Rabu (11/6/202025). Empat tersangka menjual SIM palsu dengan harga Rp 1,3 juta. 

Untuk penerapan pasal, sesuai perannya masing-masing dalam hal ini, tersangka LN terapkan pasal 263 ayat 1, junto pasal 55 ayat 1, atau pasal 56 ayat 1.

Kemudian MD diterapkan pasal 263 ayat 1. 

Lalu AP diterapkan pasal 263 ayat 1, juncto pasal 55 ayat 1. 

"Untuk LN ini menarik kepada korban ke masyarakat senilai Rp 1,5 sampai Rp 1,7 juta.  Kita terapkan pasal yang sama seperti AP," jelasnya.

Adapun untuk barang bukti, sudah diamankan mulai dari komputer, kemudian bukti transfer, SIM  palsu.

Ada juga handphone dari para tersangka, kemudian juga ada mesin fotokopi serta alat untuk melaminating dan CPU.

Baca juga: Perusahaan Kehilangan Rp 377 Juta karena Ulah Bos yang Kecanduan, Transaksi Palsu Sejak 2024 Terkuak

Lebih jauh ia menjelaskan lagi bahwa dari sisi perbedaan, secara fisik kelihatan oleh mata tentu berbeda jika dilihat dari hologramnya yang pertama.

"Kemudian ketebalan dari kartu SIM itu sendiri, kemudian dari warna juga, kemudian dari tulisan atau hurufnya, kemudian dari barcode. Secara fisik seperti itu," paparnya.

Pengakuan tersangka MD sudah 30 SIM dicetak.  

Namun dalam hal ini pihaknya mengamankan ada 13 SIM.

Dalam hal ini lanjutnya, tentunya  tersangka menjanjikan pembuatan SIM secara cepat, secara singkat dalam waktu 2 hari, sehingga si korban yang tertarik dalam hal ini.

"Kalau MD ini autodidak saja dia. Dia memang di toko ini dia sebagai editing juga. Sehingga dia inisiatif untuk membuat SIM. Dengan cara tadi, dia mencari data dulu di Google, sampling, kemudian dedit. Baru dimasukkan identitas dari pemohon tadi," paparnya.

Untuk MD ini melakukan sudah sejak 2023, namun sempat vakum. 

Kemudian pada tahun 2025, mulai bulan Februari, dia melakukan lagi sampai sekarang.

"Untuk jumlah yang dikumpulkan MD tentunya bisa sampai puluhan juta," tukasnya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved