Bangun Rantai Pasok Sehat, Petani Cabai Kediri Nikmati Harga Lebih Adil

Para petani cabai di Kabupaten Kediri kini tak lagi sepenuhnya bergantung pada tengkulak untuk memasarkan hasil panennya

Editor: Samsul Arifin
istimewa
PASOK SEHAT - Para petani cabai di Kabupaten Kediri kini tak lagi sepenuhnya bergantung pada tengkulak untuk memasarkan hasil panennya. 

Berdasarkan data, CMB (asal Kediri-Malang) hari ini dipasarkan dengan harga Rp37.000 dari sebelumnya Rp28.000 atau naik 32,1 persen. Sedangkan CMK (asal Kediri) naik ke angka Rp33.000 dari Rp28.000. 

Suyono menambahkan, pengiriman cabai ke Kalimantan untuk sementara dihentikan karena stok di wilayah tersebut sudah terpenuhi dari Sulawesi Selatan. Sebagian besar hasil panen dari Kediri kini dikirim ke Jabodetabek dan industri melalui glower.

“Pengiriman ke Jabodetabek hari ini dari CMB sebanyak 2 ton, CMK 1 ton, dan CRM 3 ton. Sementara untuk industri, CMB kirim 5 ton dan CRM 4 ton,”jelasnya.

Menurutnya, sistem kemitraan dan pengelompokan varietas cabai berdasarkan wilayah dan kualitas, turut membantu menciptakan pasar yang lebih transparan. Petani bisa menyesuaikan jenis tanamannya sesuai permintaan pasar. 

Selain itu, keterlibatan aktif kelompok tani dalam menentukan waktu tanam dan distribusi membuat pasokan cabai lebih terukur. Tidak ada lagi panen bersamaan yang menyebabkan over-suplai dan jatuhnya harga secara drastis. 

“Selama ini yang bikin rugi petani itu karena tidak terkoordinasi. Sekarang, kita sudah atur jadwal tanam, panen, sampai distribusi. Jadi pasokan bisa disesuaikan dengan permintaan, ”ujar Suyono.

Dia juga menyoroti pentingnya dukungan dari pemerintah dan stakeholder lain untuk menjaga kelangsungan sistem ini. 

Menurutnya, perlu ada fasilitas penyimpanan seperti cold storage agar cabai bisa disimpan saat harga rendah dan dijual saat harga membaik. 

Langkah APCI dan kemitraan pasar induk ini turut menekan peran tengkulak yang kerap mengambil untung terlalu besar di tengah kesulitan petani.

Kini, petani Kediri tidak hanya bisa menikmati hasil yang lebih layak, tetapi juga punya kepastian pasar dan harga yang lebih adil. 

 “Tujuan kita satu, agar petani sejahtera, dan masyarakat tetap bisa beli cabai dengan harga wajar” pungkas Suyono

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved