Operasi Patuh Semeru 2025 Rampung Tilang Elektronik Menurun, Tilang Manual Naik

Jumlah pengendara tewas di jalanan akibat kecelakaan lalu lintas selama dua pekan pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2025 meningkat 28 persen

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Samsul Arifin
TribunJatim.com/Luhur Pambudi
WAWANCARA - Direktur Ditlantas Polda Jatim Kombes Pol Iwan Saktiadi, pada awak media dalam Forum Analisa dan Evaluasi Operasi Patuh Semeru 2025 di Surabaya, Kamis (31/7/2025). 

Poin Penting : 

  • Jumlah kecelakaan turun 39 persen dari 662 kasus (2024) menjadi 403 kasus (2025)
  • Pelanggaran ETLE statis turun 88 persen dan ETLE mobile turun 83 persen dibanding tahun sebelumnya. Sebaliknya, tilang manual naik 40 persen, dari 50.024 pelanggar (2024) menjadi 69.813 pelanggar (2025).
  • Kisah nyata korban TN dan HI menunjukkan bahwa pengendara yang tertib pun bisa jadi korban akibat kelalaian orang lain.

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Meski jumlah kecelakaan lalu lintas selama Operasi Patuh Semeru 2025 di Jawa Timur menurun drastis hingga 39 persen, ironisnya angka kematian justru meningkat 28 persen dibanding tahun sebelumnya.

Di balik statistik itu, tersimpan kisah nyata para korban yang menjadi bukti bahwa pelanggaran sekecil apa pun di jalan raya bisa berujung fatal.

Dari pengendara mengantuk hingga mabuk, dua kisah tragis dari Surabaya dan Sidoarjo mengingatkan bahwa ketertiban bukan sekadar aturan, melainkan nyawa yang dipertaruhkan.

Jumlah pengendara tewas di jalanan akibat kecelakaan lalu lintas selama dua pekan pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2025 meningkat 28 persen dibandingkan operasi pada tahun 2024. 

Pada tahun 2025 jumlah korban tewas 23 orang. Sedangkan, tahun 2024 silam, berjumlah 18 orang. Artinya, terdapat peningkatan 28 persen.

Baca juga: Jumlah Pelanggaran selama Operasi Patuh Semeru 2025 di Bondowoso, Didominasi Pemotor Tak Pakai Helm

Sedangkan jumlah korban luka berat malah sebaliknya, karena tercatat mengalami penurunan hingga 11 persen.

Yakni, tahun 2025 berjumlah 61 orang. Sedangkan, tahun 2024 silam, berjumlah 50 orang

Kemudian, jumlah korban luka ringan juga mengalami tren penurunan serupa, bahkan hingga 24 persen. 

Baca juga: Operasi Patuh Semeru 2025 di Ponorogo, Sebanyak 8.924 Pelanggar Ditindak, Didominasi Pelajar

Yakni, tahun 2025 berjumlah 569 orang. Sedangkan, tahun 2024 silam, berjumlah 1.012 orang. 

Nah, kesemua data tersebut, didasarkan pada jumlah kecelakaan yang terjadi sepanjang operasi tersebut, sepanjang tahun 2025.

Ternyata, trennya cenderung menurun dengan persentase sekitar 39 persen. Rinciannya, jumlah kejadian kecelakaan pada tahun 2025 berjumlah 403 kasus. Sedangkan, tahun 2024 silam, ada 662 kasus. 

"Sementara kerugian materialnya tahun 2024 itu operasi patu; terdapat kerugian, Rp1,042 miliar. Kalau tahun 2025 ini Rp672.9 juta. Artinya 35 persen penurunan dari tahun 2024," ujar Direktur Ditlantas Polda Jatim Kombes Pol Iwan Saktiadi, pada awak media dalam Forum Analisa dan Evaluasi Operasi Patuh Semeru 2025 di Surabaya, Kamis (31/7/2025).

Selain itu, Iwan Saktiadi juga memaparkan hasil penindakan pelanggar lalu lintas yang terjaring kamera tilang elektronik (E-tilang) atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) statis, yang mengalami penurunan siginifikan hingga 88 persen. 

Sumber: Tribun Jatim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved