Sulawesi Utara
Selamat Datang di Superhub PDIP Jatim

Berita Viral

Isi Menu MBG Penyebab 427 Siswa Keracunan di Lebong, Tak Ada Nasi, Ramai Tuai Kritik Warga

Salah seorang wali murid mengkonfirmasi bahwa foto yang beredar di medsos adalah benar menu MBG yang disajikan sebelum ratusan siswa keracunan.

Penulis: Alga | Editor: Mujib Anwar
Facebook - Dok RSUD Lebong
MBG PENYEBAB KERACUNAN - Menu MBG di Kabupaten Lebong, Bengkulu, beredar di media sosial, Rabu (27/8/2025). Ratusan siswa di Kabupaten Lebong, Bengkulu, alami keracunan usai santap MBG tersebut, Rabu (27/8/2025). 

TRIBUNJATIM.COM - Kejadian keracunan massal setelah mengkonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi.

Kali ini menimpa ratusan siswa di Kabupaten Lebong, Bengkulu, yang mengalami gejala pusing dan muntah, Rabu (28/8/2025).

Tak ayal kejadian ini memicu perhatian dari tim medis, pemerintah, dan kepolisian yang bergerak cepat untuk menangani para korban.

Baca juga: Respons BGN Terkait Tempat Makan MBG Diduga Mengandung Minyak Babi & Pakai Bahan Berbahaya

Belakangan, beredar di media sosial foto menu MBG yang disajikan pada Rabu (27/8/2025), penyebab keracunan.

Isi menu MBG penyebab keracunan tersebut terdiri dari sebuah jeruk, mi, empat bakso, satu buah tahu, dan sayur bercampur pipilan jagung.

Warga pun memberikan kritik terhadap menu yang disantap siswa.

Salah seorang wali murid mengkonfirmasi bahwa itu adalah menu yang disajikan pada hari tersebut.

"Itu menu Rabu, setiap hari menu berubah-ubah," ujar wali murid tersebut, melansir Kompas.com.

Kepala Subseksi Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi (Kasubsi PIDM) Humas Polres Lebong, Aipda Syaiful Anwar, saat dikonfirmasi, membenarkan bahwa menu tersebut adalah penyebab keracunan.

"Benar, itu menunya," jelas Aipda Syaiful.

Menanggapi kejadian ini, Kapolres Lebong, AKBP Agoeng Ramadhani, telah menyiapkan nomor ponselnya untuk melayani kebutuhan warga.

Baik dalam hal layanan kendaraan maupun dukungan kesehatan lainnya.

"Nomor ponsel Kapolres 081399107471, warga yang membutuhkan layanan kendaraan, maupun dukungan kesehatan lainnya Polres akan bantu," tambah Aipda Syaiful.

Sejak kejadian tersebut, pada pukul 11.30 WIB, Rabu (28/8/2025), sebanyak 130 siswa dilarikan ke RSUD setempat.

Korban terus berdatangan hingga malam hari, memenuhi sejumlah fasilitas kesehatan di daerah itu.

Menu MBG di Kabupaten Lebong, Bengkulu, beredar di media sosial, Rabu (27/8/2025).
Menu MBG di Kabupaten Lebong, Bengkulu, beredar di media sosial, Rabu (27/8/2025). (Facebook)

Hasil pendataan intel Polres Lebong menunjukkan bahwa jumlah siswa yang mengalami keracunan mencapai 427 orang, dengan 364 orang dirawat inap dan 63 orang menjalani rawat jalan.

"Itu data baru pagi ini yang dikumpulkan intel," tutup Aipda Syaiful.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 130 siswa dari berbagai sekolah di Kabupaten Lebong, Bengkulu, alami keracunan usai menyantap menu MBG, pukul 11.20 WIB, Rabu (27/8/2025).

Plt Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Lebong, dr Eni Efriyani, membenarkan saat dikonfirmasi melalui telepon, Rabu (27/8/2025).

Saat ini, para siswa yang sakit sudah mendapat penanganan dari dokter anak dan dokter umum.

"Kami sudah mengambil langkah penanganan dengan pemberian cairan, antibiotik, dan obat-obatan lainnya," kata Eni Efriyani.

Selanjutnya, saat ini pasien siswa itu masih dalam observasi medis selama 24 jam.

"Semuanya masih di rumah sakit, masih dalam pengawasan medis yang melibatkan seluruh dokter dan tenaga medis di Kabupaten Lebong," ujarnya.

Baca juga: Patung Tikus Berdasi Buatan Warga Dilarang Ikut Karnaval, Dianggap Provokasi hingga Didatangi Polisi

Hingga pukul 17.15 WIB, Rabu (27/8/2025), jumlah siswa korban keracunan seusai menyantap MBG di Kabupaten Lebong, Bengkulu, bertambah jadi 281 anak.

"Saat ini, jumlah di RSUD Lebong mencapai 252 pasien. Kalau ditambahkan dari sejumlah Puskesmas, totalnya 281 anak," kata Eni Efriyani saat dikonfirmasi melalui telepon, Rabu (27/8/2025).

Pasien dirawat di poli anak, selasar, aula, dan ruang RSUD.

Menurutnya, peristiwa ratusan siswa keracunan diduga akibat MBG ini menjadi perhatian Bupati Lebong, Azhari.

Bupati, kata dia, memerintahkan agar penanganan cepat dilakukan.

"Bupati menginstruksikan agar seluruh tenaga medis dan dokter dikerahkan untuk mengobati siswa yang alami keracunan," ungkapnya.

Adapun gejala keracunan yang dialami siswa berupa muntah dan pusing.

"Keluhan muntah dan pusing diduga keracunan setelah makan menu bakso, jagung, dan mi. Saat ini sudah dilakukan penanganan dengan pemberian cairan, antibiotik, dan obat-obatan lainnya. Semua SDM sudah kami kerahkan, standby di IGD," tuturnya.

Ratusan siswa di Kabupaten Lebong, Bengkulu, alami keracunan usai santap Makanan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (27/8/2025).
Ratusan siswa di Kabupaten Lebong, Bengkulu, alami keracunan usai santap Makanan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (27/8/2025). (Dok RSUD Lebong)

Di sisi lain, menu MBG di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, menjadi viral di media sosial Instagram.

Dalam unggahan foto yang viral beredar tersebut menampilkan porsi MBG yang dinilai tidak layak.

Yakni tanpa nasi dan hanya berisi lauk pauk yang minim.

Sontak foto tersebut menuai sorotan tajam dari netizen. 

Baca juga: Korban Gempa Keluhkan Dana Bantuan dari BNPB Tak Kunjung Cair, 3 Bulan Tidur di Puing Rumahnya

Dalam unggahan di akun @insta_kendal, tiga hari lalu tersebut, terlihat menu MBG hanya seadanya.

Terdiri dari mi instan, dua iris wortel, sepotong kecil telur dadar, empat buah kelengkeng, dan susu kemasan.

Namun, unggahan tersebut tidak menyebutkan lokasi sekolah di Kabupaten Kendal yang menerima menu MBG tersebut.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay, mengaku belum menerima laporan resmi dari sekolah maupun orang tua murid.

Ia mengatakan, pihaknya belum bisa bertindak lebih jauh karena satuan tugas (satgas) pengawas program MBG tersebut belum terbentuk.

"Tapi Bupati sudah menginstruksikan supaya dibuat satgas MBG. Tugasnya untuk memantau pelaksanaan MBG tersebut," kata Feri saat dihubungi Kompas.com melalui telepon, Senin (25/8/2025).

Menu MBG di Kabupaten Kendal yang viral di Instagram.
Menu MBG di Kabupaten Kendal yang viral di Instagram. (Instagram/insta_kendal)

Senada dengan Kepala Disdikbud, Ketua Komisi D DPRD Kendal, Dedi Ashari Setyawan, juga belum menerima aduan resmi.

Meski demikian, ia menyayangkan jika menu MBG tersebut benar-benar diberikan kepada siswa.

"Saya juga menyayangkan jika ada menu MBG yang cukup memprihatinkan tersebut," ujarnya.

Dedi menegaskan, menu MBG seperti yang viral di Instagram tersebut jelas tidak sesuai standar.

Menurutnya, program ini memiliki petunjuk teknis (juknis) yang harus ditaati oleh para pengelola atau penyedia katering.

"Nah, dari Badan Gizi Nasional (BGN) kan sudah ada standar. Harapannya pengelola harus patuhi standar itu," pintanya.

Sebagai tindak lanjut, Dedi berjanji akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memeriksa kondisi sebenarnya di lapangan.

"Saya akan kroscek di sekolah dan dapur MBG," tegasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved